<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153</atom:id><lastBuildDate>Sun, 01 Sep 2024 21:51:03 +0000</lastBuildDate><category>Berita</category><category>Artikel</category><category>Profil Partai</category><category>Dapil</category><category>Opini</category><category>Sitemap</category><category>Tentang kami</category><title>Andi Mappakaya Menyapa Anda</title><description>Andi Mappakaya Menyapa </description><link>http://mappakaya.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-5986961151122021277</guid><pubDate>Tue, 19 Mar 2013 10:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-19T03:13:32.855-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Kades Jadi Caleg Harus Mundur</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berdasarkan Peraturan KPU Nomor 07 Tahun 2013 Pasal 19 huruf i, setiap 
kades atau perangkat yang ingin mendaftarkan diri sebagai bakal calon 
legislatif harus menyertakan surat pengunduran diri yang tidak bisa 
ditarik kembali.&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Para kepala desa dilarang maju sebagai calon legeslatif (caleg) 2014, kalau mau maju menjadi caleg maka harus mengundurkan diri lebih dulu dari jabatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya Pemda membuat dan menyebarkan surat edaran ke desa-desa, agar para kades mengerti dan memahami aturan yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Banyak kades-kades yang mempertanyakan soal aturan itu, apakah mengundurkan diri atau tidak, ketika akan nyalon legislatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai Peraturan KPU No 7 tahun 201, pasal 19 huruf I angka 4, bahwa kades dan perangkat desa membuat surat pernyataan diri dan tidak dapat di tarik kembali, jika mereka maju dalam pileg dan berdasarkan PP No 72 tahun 2005 tentang desa pasal 16 ayat a, bahwa kades dilarang menjadi pengurus parpol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturannya jelas, bahwa kades tidak boleh mengurusi parpol. sehingga diimbau agar pemda segera membuat surat edaran terkait masalah ini, sehingga kalau tidak maju ke pileg dan tidak menjadi pengurus parpol, kades bisa fokus ke pekerjaannya untuk mengurusi kepentingan publik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/03/kades-jadi-caleg-harus-mundur.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-7786055730703640914</guid><pubDate>Mon, 18 Mar 2013 13:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-18T06:55:50.120-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Perubahan Nomor Urut Dapil pada Pemilu 2014</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifPOlM5a92eYXCAhLq4zKGh0Cz6rCHimeY2VrhBGRuw0EGtYjWiPO41Gg5TTfzDzjxZLymYgPgVWr_sPSvmxzexidrWQUl9LUReWe8FL873HDMe8eA5ns6p7CYUsVT94ZhgLZU_qYsWgw/s1600/Peta+kabupaten+Bone.jpg&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Berdasarkan Surat Keputusan KPU Bone 
Nomor 118/KPTS/KPU/2013 Tentang Penetapan Dapil (Daerah Pemilihan) dan 
jumlah kursi anggota DPRD kabupaten Bone dalam pemilihan umum 2014, 
Terdapat perubahan Nomor Urut Dapil dari 5 Nomor urut Dapil yang ada 
kecuali Dapil 1 tidak ada perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut daftar Nomor urut dan Dapil pada pemilihan umum 2014 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.
 Dapil I mencakup Kecamatan Palakka, Tanete Riattang Barat, Tanete 
Riattang dan Tanete Riattang Timur&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dengan alokasi 10 kursi. &lt;br /&gt;2. Dapil II meliputi Kecamatan Tonra, Mare, Sibulue, Barebbo Cina dan Ponre &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dengan alokasi delapan kursi.&lt;br /&gt;3. Dapil III mencakup Kecamatan Bontocani, Kahu, Kajuara, Salomekko, Libureng, dan Patimpeng &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dengan alokasi sembilan kursi. &lt;br /&gt;4. Dapil IV meliputi Kecamatan Lappa Riaja, Lamuru, Ulaweng, Amali, Tellu Limpoe dan Bengo &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dengan alokasi delapan kursi. &lt;br /&gt;5. Dapil V mencakup Kecamatan Awampone, Tellusiattingge, Ajangale, Dua Boccoe dan Cenrana &lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dengan alokasi 10 kursi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika
 dibandingkan dengan pemilihan legislatif tahun 2009, daerah pemilihan 
yang berubah pada 2014 nanti adalah Dapil IV kini menjadi dapil II, 
Dapil V menjadi dapil III, Dapil III menjadi IV Dan II menjadi Dapil V.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang
 Penetapan Dapil merupakan kewenangan KPU RI dan alokasi jumlah kursi 
pada setiap dapil berdasarkan proporsi jumlah penduduk di setiap daerah 
pemilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penetapan perubahan ini KPU Bone akan segera 
menyampaikan kepada seluruh pimpinan partai politik sebagai bahan 
penyusunan calon sesuai dengan dapil yang telah ditentukan.Dan KPU Bone 
juga&amp;nbsp; menjadwalkan sosialisasi pencalonan sesuai peraturan KPU Nomor 7 
tahun 2013 tentang pencalonan anggota DPR, DPRD Provinsi dan DPRD 
Kabupaten serta peraturan Nomor 8 tentang perseorangan peserta pemilu 
anggota DPD.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/03/perubahan-nomor-urut-dapil-pada-pemilu.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifPOlM5a92eYXCAhLq4zKGh0Cz6rCHimeY2VrhBGRuw0EGtYjWiPO41Gg5TTfzDzjxZLymYgPgVWr_sPSvmxzexidrWQUl9LUReWe8FL873HDMe8eA5ns6p7CYUsVT94ZhgLZU_qYsWgw/s72-c/Peta+kabupaten+Bone.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-2904355709890390264</guid><pubDate>Sun, 17 Mar 2013 09:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-17T02:55:12.149-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Inilah Gaji Gubernur dan Bupati</title><description>&lt;div class=&quot;dantext-article&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
                &lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;img src=&quot;http://hanura.com/app/webroot/files/dantext/1362722076/web.png&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;&lt;b&gt;Juarsah&lt;/b&gt;, Ketika
 situasi politik semakin memanas menjelang Pemilu 2014 dan banyaknya 
kasus korupsi yang menjerat pejabat daerah, secara tiba-tiba Presiden 
SBY dalam acara Pembukaan Rapat Kerja Nasional ke-9 Asosiasi Pemerintah 
Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) mengungkapkan rencana menaikkan 
gaji para kepala daerah. Hal ini menanggapi permintaan Ketua APKASI yang
 menyatakan gaji kepala daerah tidak pernah naik selama 8 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Pertanyaannya
 sekarang adalah, apakah dengan dinaikkannya pendapatan kepala daerah, 
lalu korupsi di kalangan kepala daerah akan menghilang? Animo yang 
tinggi untuk menjadi kepala daerah, baik dari jalur partai atau 
independen membuat masyarakat bertanya-tanya kewenangan apa saja yang 
membuat jabatan tersebut begitu menggoda?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Mari kita lihat gaji dan
 tunjangan yang sudah diolah oleh Forum Indonesia untuk Transparansi 
Anggaran (FITRA) dalam PP Nomer 5 Tahun 2000 mengenai gaji pokok 
tertuang dalam Pasal 4.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;- Gubernur menerima gaji pokok sebesar Rp. 3 juta / bulan ditambah dengan tunjangan jabatan Rp. 5,4 juta.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;- Wakil Gubernur menerima gaji pokok sebesar Rp. 2,4 juta / bulan disertai tunjangan jabatan Rp. 4.320.000 / bulan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;- Walikota / bupati, menerima gaji pokok sebesar Rp. 2,1 juta / bulan ditambah tunjangan jabatan Rp. 3.780.000 / bulan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;- Wakil walikota/bupati menerima gaji pokok Rp. 1,8 juta / bulan ditambah tunjangan jabatan Rp. 3.240.000 / bulan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Namun
 tentunya, kepala daerah juga masih memiliki penghasilan lainnya, yaitu 
dari  tunjangan operasional yang dijelaskan pada Pasal 9 ayat (1) dan 
(2) PP No. 109 Tahun 2000. Tunjangan operasional Gubernur dan wakilnya 
ditetapkan berdasar Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;1. Jika PAD ≤ Rp. 15 M, maka Gubernur dan wakilnya akan menerima minimal Rp. 150 juta dan maksimal 1,75% PAD.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;2.
 Jika PAD sebesar Rp. 15 M s/d Rp. 50 M, maka Gubernur dan wakilnya akan
 menerima minimal Rp. 262,5 juta dan maksimal 1% dari PAD.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;3.
 Jika PAD sebesar Rp. 50 M s/d Rp. 100 M, maka Gubernur dan wakilnya 
akan menerima minimal Rp. 500 juta dan maksimal 0,75% dari PAD.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;4.
 Jika PAD sebesar Rp 100 M s/d Rp. 250 M, maka Gubernur dan wakilnya 
akan menerima minimal Rp. 750 juta dan maksimal 0,40% dari PAD.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;5.
 Jika PAD sebesar Rp. 250 m s/d Rp. 500 M, maka Gubernur dan wakilnya 
akan menerima minimal Rp. 1 M dan maksimal 0,25% dari PAD.
6. Jika PAD ≥ Rp. 500 M, Gubernur dan wakilnya akan menerima minimal Rp.
 1,25 M atau maksimal 0,15% dari PAD.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Sementara besarnya biaya penunjang operasional kepala daerah Kabupaten / Kota, ditetapkan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;1. Jika PAD ≤ Rp. 5 M, maka Bupati / Walikota dan wakilnya mendapat minimal Rp. 125 juta dan maksimal 3% dari PAD.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;2.
 Jika PAD sebesar Rp. 5 M s/d Rp. 10 M, maka Bupati / Walikota dan 
wakilnya mendapat minimal Rp. 150 juta dan maksimal 2% dari PAD.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;3.
 Jika PAD sebesar Rp. 10 M s/d Rp. 20 M, maka Bupati / Walikota dan 
wakilnya mendapat minimal Rp. 200 juta dan maksimal 1,50% dari PAD.
4. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Jika PAD sebesar Rp. 20 M s/d Rp. 50 M, maka Bupati / 
Walikota dan wakilnya mendapat minimal Rp. 300 juta dan maksimal 0,80% 
dari PAD.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;5. Jika PAD sebesar Rp. 50 M s/d Rp. 150 M, maka 
Bupati / Walikota dan wakilnya mendapat minimal Rp. 400 juta dan 
maksimal 0,40% dari PAD.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;6. Jika PAD ≥ Rp. 150 M, maka Bupati / Walikota dan wakilnya mendapat minimal Rp. 600 juta dan maksimal 0,15% dari PAD.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Selain
 penghasilan bulanan yang sudah disebutkan diatas, para kepala daerah 
juga masih mendapatkan pendapatan lainnya dari insentif pajak dan 
retribusi yang memiliki dasar hukum di Pasal 7 PP Nomor 69 Tahun 2010. 
Besarnya pembayaran insentif setiap bulannya dikelompokkan berdasarkan 
realisasi penerimaan Pajak dan Retribusi tahun anggaran sebelumnya 
dengan ketentuan sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;1. &amp;lt; dari Rp. 1 T kepala daerah akan menerima paling banyak 6 X gaji pokok plus tunjangan yang melekat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;2. Antara Rp. 1 T s/d Rp. 2,5 T akan menerima paling banyak 7 X gaji pokok plus tunjangan yang melekat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;3. Antara Rp. 2,5 T s/d Rp. 7,5 T akan menerima paling banyak 8 X gaji pokok plus tunjangan yang melekat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;4. &amp;gt; dari Rp. 7,5 T akan menerima paling banyak 10 X gaji pokok plus tunjangan yang melekat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Setelah
 kita melihat dari gaji dan tunjangan yang didapatkan oleh seorang 
kepala daerah, tampaknya sudah lebih dari cukup. Kepala daerah tidak 
hanya dituntut untuk cekatan dalam mengelola Anggaran Pendapatan Belanja
 Daerah (APBD) tetapi juga harus piawai dalam menggaet investor dan 
mengoptimalkan sumber potensi daerah yang ada. Dengan demikian, semakin 
besar PAD yang didapatkan maka akan semakin besar pula insentif yang 
akan diterima oleh kepala daerah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span&gt;Untuk menghilangkan budaya 
korupsi di kalangan kepala daerah, jawabannya bukan dengan semata-mata 
menaikkan pendapatan kepala daerah. Yang harus didorong dari kepala 
daerah adalah reward and punishment yang jelas. Bagaimana seorang kepala
 daerah bekerja sesuai dengan target dan indikator yang juga jelas. 
Semakin besar indikator yang dicapai, maka akan semakin besar juga 
reward yang akan didapatkan.
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/03/inilah-gaji-gubernur-dan-bupati.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-4301661691306862747</guid><pubDate>Mon, 11 Mar 2013 07:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-11T00:59:25.078-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tentang kami</category><title>Tentang Andi Mappakaya</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR7GfS8VyTSbQfqFw3WrPS277MRw1ohIiRIFfXYtE_n3eLm0ooUWmu04TgDFxNXmCdyt6YVn0zjMb3-uRgf-s1Q7pyI_j7-dQ6doBCcbP660L3fy6GXSVgjGfnmlUdaKEXoSrwfJCGZcCY/s1600/orator.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR7GfS8VyTSbQfqFw3WrPS277MRw1ohIiRIFfXYtE_n3eLm0ooUWmu04TgDFxNXmCdyt6YVn0zjMb3-uRgf-s1Q7pyI_j7-dQ6doBCcbP660L3fy6GXSVgjGfnmlUdaKEXoSrwfJCGZcCY/s320/orator.png&quot; width=&quot;274&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Andi Mappakaya&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Nama&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; : Andi Mappakaya&lt;br /&gt;
Partai&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; : Partai HANURA&lt;br /&gt;
Daerah Pemilihan&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; : Bone&amp;nbsp; 1 &lt;br /&gt;
No. Urut&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 1 ( Satu )&lt;br /&gt;
Tempat / Tgl. Lahir&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; : Watampone, 25 Oktober 1977&lt;br /&gt;
Jenis Kelamin&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; : Laki-Laki&lt;br /&gt;
Agama&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; : Islam&lt;br /&gt;
Pendidikan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; : Sarjana&lt;br /&gt;
Status&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :-&lt;br /&gt;
Pekerjaan&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; : Kepala desa Tadang Palie&lt;br /&gt;
Alamat&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Kota Watampone </description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/03/tentang-andi-mappakaya_11.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiR7GfS8VyTSbQfqFw3WrPS277MRw1ohIiRIFfXYtE_n3eLm0ooUWmu04TgDFxNXmCdyt6YVn0zjMb3-uRgf-s1Q7pyI_j7-dQ6doBCcbP660L3fy6GXSVgjGfnmlUdaKEXoSrwfJCGZcCY/s72-c/orator.png" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-7015489197728899987</guid><pubDate>Fri, 01 Mar 2013 08:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-11T00:09:54.976-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sitemap</category><title>Sitemap</title><description>&lt;div style=&quot;height: 300px; overflow: auto; text-align: left; width: 530px;&quot;&gt;
&lt;script src=&quot;http://yourjavascript.com/12152269523/daftar-isi-otomatis.js&quot;&gt;

&lt;/script&gt;

&lt;script src=&quot;http://www.mappakaya.blogspot.com/feeds/posts/default?max-results=9999&amp;amp;alt=json-in-script&amp;amp;callback=loadtoc&quot;&gt;

&lt;/script&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/03/sitemap.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-1066062371303435287</guid><pubDate>Tue, 26 Feb 2013 05:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-25T21:59:54.675-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Politikus Gerindra Pindah Gerbong ke Hanura</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpEXp66wx5LY_upxVJ4IVXiaFN5PcW32f1cw0G1emL_4TptCHaTzt396xgN-jNzMmODu1V4pGSvkNFvE0FjxOPNmIAlfpJ_acr59ZYspndBSecA2OxQCbEbaq9Wug75PUXhDCQWb70sQS4/s1600/hijrah.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;159&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpEXp66wx5LY_upxVJ4IVXiaFN5PcW32f1cw0G1emL_4TptCHaTzt396xgN-jNzMmODu1V4pGSvkNFvE0FjxOPNmIAlfpJ_acr59ZYspndBSecA2OxQCbEbaq9Wug75PUXhDCQWb70sQS4/s320/hijrah.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&amp;nbsp;Pasangan Calon Gubernur Harun Al Rasyid dan Calon Wakil Gubernur Muhyi 
Abidin atau paket &quot;Harum&quot; saat mendaftar di KPU NTB, Rabu (06/02/13).
    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sekretaris Fraksi Partai Hanura DPR RI, Saleh Husin mengatakan 
anggota Komisi I dari Fraksi Partai Gerindra Harun Al Rasyid bergabung 
dengan partainya. Harun Al Rasyid, kata Saleh, memastikan diri bergabung
 dengan Hanura sejak dua pekan lalu.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Kini Harun sedang 
merampungkan proses administratif di Partai Gerindra sekaligus proses 
pergantian antar waktu (PAW) di DPR,&quot; kata Saleh di Gedung Usmar Ismail,
 Jakarta (25/2/2013).  Saleh menambahkan, Harun berniat maju sebagai 
calon gubernur Nusa Tenggara Timur (NTB). Proses pilgub NTB itu akan 
digelar tahun ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Menurut Saleh, Harun di Hanura akan mengisi 
kursi Ketua DPD Partai Hanura NTB, agar lebih fokus pada proses 
pencalonannya sebagai gubernur. Saleh mengaku belum mengetahui alasan 
kepindahan Harun dari Gerindra ke Hanura.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Mungkin karena melihat 
magnetnya Hanura makin bagus,&quot; tutur Ketua DPP Hanura itu.  Saleh 
menambahkan, bergabungnya tokoh nasional dan politikus baru merupakan 
tambahan kekuatan politik Hanura. Posisi Harun sekarang ini menurutnya 
sama halnya dengan bergabungnya Hary Tanoesoedibjo di Hanura.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saleh
 berharap, akan semakin banyak kader-kader Persatuan Indonesia (Perindo)
 bergabung ke Hanura.  &quot;Kalau ada tambahan orang tentu akan menambah 
bobot gerakan Hanura,&quot;pungkas Saleh.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berita terkait dapat dibaca dalam topik: &lt;a href=&quot;http://lipsus.kompas.com/topikpilihanlist/2184/1/Geliat.Politik.Jelang.2014&quot;&gt;Geliat Politik Jelang 2014&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt; (kompas)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/02/politikus-gerindra-pindah-gerbong-ke.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpEXp66wx5LY_upxVJ4IVXiaFN5PcW32f1cw0G1emL_4TptCHaTzt396xgN-jNzMmODu1V4pGSvkNFvE0FjxOPNmIAlfpJ_acr59ZYspndBSecA2OxQCbEbaq9Wug75PUXhDCQWb70sQS4/s72-c/hijrah.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-3309063566694255508</guid><pubDate>Tue, 26 Feb 2013 05:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-25T21:56:46.808-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Yuddy Chrisnandi Berharap Anas ke Hanura</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLs9CAFhl7fjsYzfgjhst0tVws4if7t-ujR3WGV-ucXJhvw8pUJvapx9ERCT4_8lNar2l9aW1_auGlKdEQl7e1QbQz66k-5JSYgCF_wy5UFKegmduL3wRoXB4P3a0V9T-4Gtj_jSKnaR74/s1600/anas+ke+hanura.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;160&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLs9CAFhl7fjsYzfgjhst0tVws4if7t-ujR3WGV-ucXJhvw8pUJvapx9ERCT4_8lNar2l9aW1_auGlKdEQl7e1QbQz66k-5JSYgCF_wy5UFKegmduL3wRoXB4P3a0V9T-4Gtj_jSKnaR74/s320/anas+ke+hanura.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (kedua dari
 kanan) berfoto dengan (kiri ke kanan) Sekjen Partai Golkar Idrus 
Marham, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum, dan Ketua Badan 
Pemenangan Pemilu Partai Hati Nurani Rakyat, Yuddy Chrisnandi, yang 
hadir dalam pembukaan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) PKB di 
Jakarta, Rabu (21/7/2010). Mukernas PKB diselenggarakan dalam rangka 
hari lahir (Harlah) PKB yang jatuh pada 23 Juli. KOMPAS/YUNIADHI AGUNG
    &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kader Partai Hanura, Yuddy Chrisnandi, berharap mantan Ketua Umum 
Partai Demokrat Anas Urbaningrum bergabung ke Hanura. Yuddy adalah 
kolega Anas Urbaningrum semasa di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Menurut Yuddy, Anas memiliki daya tarik tersendiri sebagai pemimpin muda yang berani.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&quot;Saya
 memang berharap kalau Anas mundur, dia bisa ke Hanura. Daya tarik Anas 
itu hebat, personalitas kuat, mampu kalahkan elite lain di Demokrat,&quot; 
kata Yuddy di Gedung Usmar Ismail, Jakarta, Senin (25/2/2013).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Yuddy
 menambahkan, kekuatan Anas dapat diketahui dalam kongres pemilihan 
ketua umum Demokrat pada 2010 silam. Pada waktu itu, kata dia, Anas 
tidak memiliki modal banyak, tetapi dapat mengalahkan kader Demokrat 
yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Namun, menurut Ketua Badan Pemenangan Pemilu Hanura 
itu, Anas baru dapat bergabung di Hanura jika ketua umum partai 
tersebut, Wiranto, telah memberikan lampu hijau.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&quot;Selalu ada kemungkinan, tetapi kalau dia mau jadi kader Hanura harus izin dulu ke Pak Wiranto,&quot; ujarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sebelumnya,
 Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat Saan Mustopa mengatakan, 
Anas Urbaningrum tak hanya mundur sebagai Ketua Umum DPP Partai 
Demokrat, tetapi juga mundur sebagai kader Demokrat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pernyataan 
mundur sebagai ketua umum disampaikan Anas pada Sabtu (23/2/2013) lalu. 
 Pengunduran diri ini disampaikannya sehari setelah ditetapkan Komisi 
Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi 
dalam proyek Hambalang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&quot;Otomatis keluar juga. Dia mundur sebagai 
ketum dan juga kader,&quot; ujar Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat 
Saan Mustopa, di Gedung Kompleks Parlemen, Senin ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Menurut 
Saan, pengunduran diri Anas itu tidak perlu disertakan dengan surat 
kepada Majelis Tinggi ataupun Dewan Pimpinan Pusat. Saan mengungkapkan, 
menurut Anas, ia mundur karena tak ingin menjadi beban partai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&quot;Jadi
 dia, Mas Anas, tidak akan membuat surat pengunduran diri karena tidak 
ada keharusannya memang,&quot; tegas Saan.                            &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/02/yuddy-chrisnandi-berharap-anas-ke-hanura.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLs9CAFhl7fjsYzfgjhst0tVws4if7t-ujR3WGV-ucXJhvw8pUJvapx9ERCT4_8lNar2l9aW1_auGlKdEQl7e1QbQz66k-5JSYgCF_wy5UFKegmduL3wRoXB4P3a0V9T-4Gtj_jSKnaR74/s72-c/anas+ke+hanura.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-5680563742367705973</guid><pubDate>Tue, 26 Feb 2013 05:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-25T21:03:54.447-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Profil Partai</category><title>Wiranto Luncurkan Hanura Digital di Hadapan Ratusan Mahasiswa </title><description>&lt;div class=&quot;dantext-article&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
                &lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://hanura.com/app/webroot/files/dantext/1361787822/web.png&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-style: italic; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ketua
 Umum Partai Hanura, Wiranto, memberikan buku berjudul &quot;Bersaksi di 
Tengah Badai&quot; kepada perwakilan mahasiswa dari 40 kampus se-Jabodetabek,
 Semarang, dan Banten yang mengikuti acara &#39;Hati Nurani Bicara bersama 
Wiranto dan Peluncuran Hanura Digital&#39;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;‘’Kami ingin rakyat 
selalu mengetahui dan mengikuti perkembangan Partai Hanura, dan kami 
ingin selalu mengkomunikasikan apa yang kami lakukan baik di Parlemen 
maupun didalam kegiatan non parlemen, itulah mengapa kami luncurkan 
Hanura Digital,&quot; ujar Wiranto, Ketua Umum Partai Hanura, pada acara 
&#39;Hati Nurani Bicara Bersama Wiranto  dan Peluncuran Hanura Digital&#39; di 
Gedung Usmar Ismail pada hari Senin, 25 Februari 2013.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&quot;Kami ingin
 nilai–nilai yang kami pegang teguh, yaitu hati nurani, yang jadi kompas
 kebenaran terus tersebar kepada rakyat melalui media digital,&quot; lanjut 
Wiranto pada acara yang diikuti sekitar 500 mahasiswa yang berasal dari 
Pengurus BEM, Senat dan aktivis kemahasiswaan dari lebih dari 40 Kampus 
di Jabodetabek, Banten dan Semarang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sebelum peluncuran dan orasi,
 dipaparkan video perjalanan sejarah Wiranto sebagai pengawal demokrasi 
dan reformasi sehingga transformasi bangsa mampu berjalan damai. Video 
tersebut disambut hangat oleh para mahasiswa.
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Acara tersebut juga dimeriahkan oleh penampilan Krisdayanti yang 
beberapa waktu lalu juga menyatakan diri bergabung dengan Srikandi 
Hanura. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dalam orasinya, Wiranto menambahkan &quot;Tidak cukup para 
pemimpin kita mengandalkan otak saja karena yang ada hanya hitungan 
untung rugi, apa yang menguntungkan bagi kita, tapi kita harus bertanya 
pada hati nurani apakah yang kita lakukan sudah benar? Apakah akan 
memberikan keuntungan, bukan kesengsaraan bagi rakyat? Yang bisa 
menjawab adalah hati nurani,&quot; tegas Wiranto. Jika kita selalu 
mengedepankan hati nurani dalam mengambil setiap keputusan, maka kita 
akan terhindar dari penyimpangan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Acara itu dihadiri sekitar  500
 mahasiswa yang berasal antara lain dari Universitas Indonesia, UIN 
Syarif Hidayatullah, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Nasional, 
UPN Veteran, Universitas Bung Karno, Universitas Gunadharma, STMT 
Trisakti, Universitas Budi Luhur, Universitas Negeri  Tirtayasa Banten, 
IAIN Serang, Universitas YAI, Uhamka, Universitas Diponegoro Semarang
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Adapun dalam Hanura Digital ini layanan yang diberikan adalah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-weight: bold; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;1. Website&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sebagai
 sebuah partai politik peserta pemilu 2014, Partai Hanura serta 
kegiatan-kegiatan Partai Hanura dan Wiranto menjawab keingintahuan 
publik tentang seluk-beluk Partai Hanura. Segalanya akan terjawab di 
www.hanura.com karena di website tersebut juga terdapat tulisan berupa 
pandangan sejumlah kader akan kasus tertentu sesuai dengan bidang 
keahlian masing-masing.
Selain itu, hadir pula www.wiranto.com yang berisi tentang sosok Ketua 
Umum Partai Hanura tersebut, lengkap dengan perjalanan karier serta 
testimoni orang-orang mengenai sosok Wiranto.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-weight: bold; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;2. Facebook Fanpage&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Masyarakat
 dapat selalu merasa dekat dengan Partai Hanura melalui Facebook di 
www.facebook.com/hanura.official baik untuk memberi masukan, saran, 
kritik, pertanyaan atau hanya sekedar menyapa dan memberi dukungan untuk
 Partai Hanura. Fanpage ini juga memiliki komik berjudul “Mas Han &amp;amp; 
Mba Nur” yang berisikan tentang sejumlah kritik sosial di masyarakat 
kita. Pada bulan Maret 2013, fanpage Partai Hanura juga akan menggelar 
lomba “Suarakan Nuranimu” yang dapat diikuti oleh semua pihak. Lomba 
tersebut bertujuan untuk mencari permasalahan serta masukan dari 
masyarakat terkait dengan topik-topik tertentu setiap bulannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Untuk
 dapat berinteraksi langsung dengan Wiranto, masyakarat dapat me-like 
www.facebook.com/wiranto.official dan menyimak pandangan Wiranto soal 
berbagai hal, baik kisah hidupnya, kasus yang sedang terjadi saat ini, 
maupun visi-misi Wiranto tentang Indonesia ke depannya. Di fanpage ini 
pula hadir komik berjudul “We Ran To Success” yang bercerita soal 
Wiranto saat masih muda, dan bagaimana berbagai pengalaman hidupnya 
menjadikan dia seperti sosok yang kita kenal saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-weight: bold; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;3. Pendaftaran Online&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Bagi
 masyarakat yang ingin bergabung untuk berjuang bersama dengan Partai 
Hanura, bisa langsung mendaftar melalui website partai, Facebook fanpage
 Partai, serta Facebook fanpage Wiranto.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-weight: bold; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;4. Instagram&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Social
 Media khusus untuk memposting foto-foto ini akan membuat masyarakat 
merasa lebih dekat dan mengenal lebih jauh sosok Wiranto dalam akun 
bernama wirantoID, karena foto yang di posting akan memperlihatkan dunia
 dari sisi seorang Wiranto.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Selain yang sudah tersebut di atas, dalam waktu dekat ini juga akan hadir beberapa produk lainnya, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-weight: bold; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;1. Mobile apps&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tersedia
 untuk pengguna handphone Android, Blackberry, dan iPhone. Semua 
kemudahan website akan segera hadir dalam genggaman Anda, sehingga tidak
 perlu lagi takut ketinggalan info terbaru dari Partai Hanura dan 
Wiranto.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.hanura.com/index.php/web/article/view/116&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sumber :&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/02/wiranto-luncurkan-hanura-digital-di.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-3281395276785652215</guid><pubDate>Tue, 26 Feb 2013 04:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-25T20:26:32.100-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><title>Tatakrama dalam Berpolitik</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMYQNTVqJWd4jHWtg56OBmXVyMQVLPh22_Joge2aZwXOvA1F_MIYIDCBTxqbdv4M-rbvCBPRIYOb_w4W8o_6gNNG5uLk9Aq8_bJfEt2mQB65tLbqy4B5AhiMoyaKGIv3iJjFR6ct3UYlNm/s1600/berikami.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMYQNTVqJWd4jHWtg56OBmXVyMQVLPh22_Joge2aZwXOvA1F_MIYIDCBTxqbdv4M-rbvCBPRIYOb_w4W8o_6gNNG5uLk9Aq8_bJfEt2mQB65tLbqy4B5AhiMoyaKGIv3iJjFR6ct3UYlNm/s1600/berikami.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;BAB
I&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;1.1.Latar
Belakang&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Pengamalan
atau praktek Pancasila dalam berbagai kehidupan dewasa ini memang sudah sangat
sulit untuk ditemukan. Tidak terkecuali dikalangan intelektual dan kaum elit
politik bangsa Indonesia tercinta ini. Aspek kehidupan berpolitik, ekonomi, dan
hukum serta hankam merupakan ranah kerjanya Pancasila di dunia Indonesia yang
sudah menjadi dasar Negara dan membawa Negara ini merdeka hingga. Secara hukum
Indonesia memang sudah merdeka selama itu, namun jika kita telaah secara
individu (minoritas) hal itu belum terbukti. Masih banyak penyimpangan yang
dilakukan para elit politik dalam berbagai pengambilan keputusan yang
seharusnya menjungjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan Keadilan bagi seluruh
warga Negara Indonesia. Keadilan yang seharusnya mengacu pada Pancasila dan UUD
1945 yang mencita-citakan rakyat yang adil dan makmur sebagaimana mana termuat
dalam Pembukaan UUD 1945 alinea 1 dan 2 hilanglah sudah ditelan kepentingan
politik pribadi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Pancasila
sebagai suatu sistem filsafat pada hakikatnya merupakan suatu nilai sehingga
merupakan suatu nilai sehingga merupakan sumber dari segala penjabaran norma
baik norma hukum, norma moral maupun norma kenegaraan lainnya. Dalam Filsafat
Pancasila terkandung didalamnya suatu pemikiran-pemikiran yang bersifat kritis,
mendasar, rasional, sistematis dan komprehensif&amp;nbsp;
(menyeluruh) dan sistem pemikiran ini merupakan suatu nilai. Oleh karena
itu suatu pemikiran filsafat tidak secara langsung menyajikan noram-norma yang
merupaka pedoman dalam tindakan atau suatu aspek praksis melainkan suatu
nilai-nilai yang bersifat mendasar. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Sebagai
suatu nilai, Pancasila merupakan dasar-dasar yang bersifat fundamental dan
universal bagi manusia baik dalam hidup bermasyarakat, berbangasa dan
bernegara. Adapun manakala nilai-nilai tersebut akan dijabarkan dalam kehidupan
yang bersifat praksis atau kehidupan yang nyata dalam masyarakat bangsa, maupun
negara mkaa nilai-nilai tersebut kemudian dijabarkan dalam suatu norma-norma
yang jelas sehingga merupakan suatu norma pedoman.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;1.2.Rumusan
Masalah &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Pengertian
Pancasila&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Pengertian
Etika&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Pengertian
Politik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Pengertian
Nilai&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Pengertian
Moral&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Pengertian
Norma&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Etika
Politik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Legitimasi
Kekuasaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Legitimasi
Moral dalam Kekuasaan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Makna
Nilai-Nilai Pancasila Dalam Etika Berpolitik&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Etika Politik dalam
Kehidupan Berbangsa dan Bernegara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;1.3.Tujuan&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Problematika
yang sering muncul di Negara ini sangat sarat denganpenyimpangan norma-norma
dan nilai-nilai Pancasila. Penindasan, korupsi dan kriminalitas lainnya muncul
diberbagai hirarkisme warga, mulai dari masyarakat biasa hingga para penguasa
dan elit politik Indonesia. Sebagian orang berpendapat bahwa keadilan hanya
milik orang berkuasa, orang “berduit” dan bahkan keadilan bisa dibeli, yang
kemudian muncul istilah “mafia hukum”.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Hal
ini sangat memprihatinkan bangsa Indonesia yang notabennya Negara hukum yang
paling tertib didunia. Keresahan warga muncul disemua genre, yang mana ini
mencerminkan kekrisisan realisasi Pancasila sebagai etika politik bangsa dan
minimnya penegakan keadilan dan hukum Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;BAB
II&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;PEMBAHASAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;2.1.Pengertian
Pancasila&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Pancasila adalah dasar falsafah Negara
Indonesia sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Oleh karena itu,
setiap warga Negara Indonesia harus mempelajari, mendalami, menghayati, dan
mengamalkannya dalam segala bidang kehidupan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;2.2.Pengertian
Etika&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Etika
termasuk kelompok filsafat praktis dan dibagi menjadi dua kelompok yaitu etika
umum dan etika khusus. Etika merupakan suatu pemikiran kritis dan mendasar
tentang ajaran-aaran dan pandangan-pandangan moral. Etika adalah suatu ilmu
yang menbahasa tentang bagaimana dan mengapa kita mengikuti suatu ajaran moral
terntentu atau bagaimana kita haru mengambil sikap yang bertanggung jawab
berhadapan dengan pelbagai ajaran moral (Suseno, 1987). Etika umum
mempertanyakan prinsip-prinsip yang berlaku bagi setiap tindakan manusia,
sedangkan etika khusus membahas prinsip-prinsip itu dalam hubungannya dengan
pelbagai kehidupan manusia (Suseno, 1987). Etika khusus dibagi menjadi etika
individual yang membahas kewajiban manusia terhadap diri sendir dan etika
sosial merupakan keawajiban manusia terhadap manusia lain dalam hidup
bermasyarakat, yang merupakan suatu bagian terbesar dari etika khusus.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;2.3.Pengertian
Politik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Pengertian
politik berasal dari kata Politics yang memmiliki makna bermacam-macam kegiatan
dalam suatu sistem politik atau negara yang menyangkut proses tujuan
penentuan-penentuan tujuan dari sistem itu dan diikuti dengan pelaksanaan
tujuan-tujuan itu. Pengambilan keputusan atau decisionsmaking mengenai apakah
yang menjadi tujuan dari sistem politik itu yang menyangkut seleksi antara
beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang
dipilih.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Untuk
pelaksanaan tujuan-tujuan itu perlu ditentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan umum
atau public policies, yang menyangkut pengaturan dan pembagian atau
distributions dari sumber-sumber yang ada.&amp;nbsp;
Untuk melakukan kebijaksanaan-kebijaksanaan itu diperlukan suartu
kekuasaan (power), dan kewenangan (authority) yang akan dipakai baik untuk
membina kerjasama maupun menyelesaikan konflik yang mungkin timbul dalam proses
ini. Cara-cara yang dipakai dapat bersifat persuasi, dan jika perlu dilakukan
suatu pemaksaan (coercion). Tanpa adanya suatu paksaan kebijaksanaan ini hanya
merupakan perumusan keinginan belaka (statement of intents) yang tidak akan
pernah terwujud.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Politik selalu menyangkut tujuan-tujuan
dari seluruh masyarakat (public goals), dan bukan tujuan pribadi seseorang
(privat goals). Selain itu politik menyangkut kegiatan berbagai kelompok
termasuk partai pplitik, lembaga masyarakat maupun perseorangan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;2.4.Pengertian
Nilai&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Terbagi
atas 3 :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Nilai
dasar yaitu Asas-asas yang kita terima sebagai dalil yang kurang lebih mutlak.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Nilai
Instrumental yaitu Pelaksanaan umum nilai-nilai dasar ,yang biasanya dalam
wujudd norma sosial atau norma hukum&amp;nbsp;
,yang selanjutnnya akan terkristalisasi oleh lembaga-lembaga yang sesuai
dengan kebutuhan temapat dan waktu.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Nilai
Praktis yaitu nilai yang seesungguhnya kita laksanakan dalam kenyataan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Nilai
dalam kehidupan berbangsa dan bernegara&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Nilai
ideal&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Nilai
material&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Nilai
spiritual&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Nilai
pragmatis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Nilai
positif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Nilai
logis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Nilai
etis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Nilai
estetis&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Nilai
sosial&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Nilai
religius&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;2.5.Pengertian
Moral&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Yaitu&amp;nbsp; ajaran baik atau buruk tentang perbuatan dan
kelakuan.Pancasila sebagai nilai moral perorangan,moral bangsa,dan moral negara
mempunyai pengertian :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Dasar
negara repuplik indonesia yang merupakan sumber dari segala sumber hukum yang
ada dan berlaku.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Pandangan
hidup bangsa indonesia yanng dapatt mempersatukan srta memberi petunjuk dalam
mencapai kesejahteraan.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Jiwa
dan kepribadian bangsa indonesia karena pancasila merupakan ciri khas bangsa
indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;2.6.Pengertian
Norma&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Pancasila
sebagai sumber hukum&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Pancasila
sebagai nilai pertahanan&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;2.7.Etika
Politik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Sebagai
salah satu cabang etika, khususnya etika politik termasuk dalam lingkungan
filsafat. Filsafat yang langsung mempertanyakan praksis manusia adalah etika.
Etika mempertanyakan tanggung jawab dan kewajiban manusia. Ada bebagai bidang
etika khusus, seperti etika individu, etika sosial, etika keluarga, etika
profesi, dan etika pendidikan.dalam hal ini termasuk setika politik yang
berkenaan dengan dimensi politis kehidupan manusia. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Etika
berkaitan dengan norma moral, yaitu norma untuk mengukur betulsalahnya tindakan
manusia sebagai manusia. Dengan demikian, etika politik mempertanyakan tanggung
jawab dan kewajiban manusia sebagai manusia dan bukan hanya sebagai warga
Negara terhadap Negara, hukum yang berlaku dan lain sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Fungsi
etika politik dalam masyarakat terbatas pada penyediaan alat-alat teoritis
untuk mempertanyakan serta menjelaskan legitimasi politik secara bertanggung
jawab. Jadi, tidak berdasarkan emosi, prasangka dan apriori, melainkan secara
rasional objektif dan argumentative. Etika politik tidak langsung mencampuri
politik praktis. Tugas etika politik membantu agar pembahasan masalah-masalah
idiologis dapat dijalankan secara obyektif.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Hukum dan kekuasaan Negara merupakan
pembahasan utama etika politik. Hukum sebagai lembaga penata masyarakat yang
normatif, kekuasaan Negara sebagai lembaga penata masyarakat yang efektif
sesuai dengan struktur ganda kemampuan manusia (makhluk individu dan sosial).
Jadi etika politik membahas hokum dan kekuasaan. Prinsip-prinsip etika politik
yang menjadi titik acuan orientasi moral bagi suatu Negara adalah adanya
cita-cita The Rule Of Law, partisipasi demokratis masyarakat, jaminan ham
menurut kekhasan paham kemanusiaan dan sturktur kebudayaan masyarakat
masing-masing dan keadaan sosial.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;2.8.Legitimasi
Kekuasaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Pokok
permasalahan etika politik adalah legitimasi etis kekuasaan. Sehingga penguasa
memiliki kekuasaan dan masyarakat berhak untuk menuntut pertanggung jawaban.
Kewibawaan penguasa yang paling meyakinkan adalah keselarasan social, yakni
tidak terjadi keresahan dalam masyarakat. Segala bentuk kritik, ketidakpuasan,
tantangan, perlawanan, dan kekacauan menandakan bahwa masyarakat resah.
Sebaliknya, keselarasan akan tampak apabila masyarakat merasa tenang, tentram
dan sejahtera. Jadi secara etika politik seorang penguasa yang sesungguhnya
adalah keluhuran budinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;2.9.Legitimasi
Moral dalam Kekuasaan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Legitimasi
etis mempersoalkan keabsahan kekuasaan politik dari segi normanorma moral.
Legitimasi ini muncul dalam konteks bahwa setiap tindakan Negara baik
legislatif maupun eksekutif dapat dipertanyakan dari segi norma-norma moral.
Tujuannya adalah agar kekuasaan itu mengarahkan kekuasaan kepamakaian kebijakan
dan cara-cara yang semakin sesuai dengan tuntutantuntutan kemanusiaan yang adil
dan beradab. Moralitas kekuasaan lebih banyak ditentukan oleh nilai-nilai yang
diyakini kebenarannya oleh masyarakat. Apabila masyarakatnya adalah masyarakat
yang religius, maka ukuran apakah penguasa itu memiliki etika politik atau
tidak tidak lepas dari moral agama yang dianut oleh masyarakatnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;2.10.Makna
Nilai-Nilai Pancasila Dalam Etika Berpolitik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Pancasila
sebagai dasar falsafah bangsa dan Negara yang merupakan satu kesatuan nilai
yang tidak dapat dipisah-pisahkan dengan masing-masing silasilanya. Karena jika
dilihat satu persatu dari masing-masing sila itu dapat saja ditemukan dalam
kehidupan berbangsa yang lainnya. Namun, makna Pancasila terletak pada
nilai-nilai dari masing-masing sila sebagai satu kesatuan yang tak bias
ditukarbalikan letak dan susunannya. Untuk memahami dan mendalami nilai nilai
Pancasila dalam etika berpolitik itu semua terkandung dalam kelima sila
Pancasila.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Ketuhanan
Yang Maha Esa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Ketuhanan
berasal dari kata Tuhan, sang pencipta seluruh alam. YangMaha Esa berarti Maha
Tunggal, tidak ada sekutu dalam zat-Nya, sifat- Nya dan perbuatan-Nya. Atas
keyakinan demikianlah, maka Negara Indonesia berdasarkan pada Ketuhanan Yang
Maha Esa, dan Negara memberikan jaminan sesuai dengan keyakinan dan
kepercayaannya untuk beribadat dan beragama. Bagi semua warga tanpa kecuali
tidak boleh ada sikap dan perbuatan yang anti Ketuhanan Yang Maha Esa dan anti
keagamaan. Hal ini diatur dalam UUD 1945 Pasal 29 ayat 1 dan 2.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Kemanusiaan
Yang Adil dan Beradab&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Kemanusiaan
berasal dari kata manusia, yaitu makhluk yang berbudaya dan memiliki potensi
pikir, rasa, karsa, dan cipta. Dengan akal nuraninya manusia menyadari
nilai-nilai dan norma-norma. Adil berarti wajar, yaitu sepadan dan sesuai
dengan hak dan kewajiban seseorang. Beradab kata pokoknya adalah adab, sinonim
dengan sopan, berbudi luhur dan susila. Beradab artinya berbudi luhur,
berkesopanan, dan bersusila. Hakikatnya terkandung dalam pembukaan UUD 1945
alinea pertama: “Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan
oleh sebab itu, penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, karena tidak sesuai
dengan prikemanusiaan dan prikeadilan …”. Selanjutnya dijabarkan dalam batang
tubuh UUD 1945.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Persatuan
Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Persatuan
berasal dari kata satu, artinya utuh tidak terpecah-pecah. Persatuan mengandung
pengertian bersatunya bermacam-macam corak yang berabeka ragam menjadi satu
kebulatan. Sila Persatuan Indonesia ini mencakup persatuan dalam arti
ideologis, politik, ekonomi, social budaya, dan hankam. Hal ini sesuai dengan
pembukaan UUD 1945 alinea keempat, yang berbunyi, “Kemudian dari pada itu untuk
membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa
Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia …”. Selanjutnya lihat batang tubuh
UUD 1945.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Kerakyatan
Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;permusyarawatan/Perwakilan
Kata rakyat yang menjadi dasar Kerakyatan, yaitu sekelompok manusia yang
berdiam dalam satu wilayah tertentu. Sila ini bermaksud bahwa Indonesia
menganut system demokrasi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Hal ini
berarti bahwa kekuasaan tertinggi berada ditangan rakyat. Kerakyatan yang
dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan berarti
bahwa rakyat dalam melaksanakan tugas kekuasaannya ikut dalam pengambilan
keputusan-keputusan. Sebagaimana dinyatakan dalam Pembukaan UUD 1945 alinea
keempat, yaitu, “… maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia, yang
berkedaulatan rakyat …”. Selanjutnya lihat dalam pokok pasal-pasal UUD 1945.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Keadilan
Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Keadilan
social berarti keadilan yang berlaku dalam masyarakat disegala bidang
kehidupan, baik materiil maupun spiritual. Seluruh rakyat berarti semua warga
Negara Indonesia baik yang tinggal didalam negeri maupun yang di luar negeri.
Hakikat keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia dinyatakan dalam alinea
kedua Pembukaan UUD 1945, yaitu “Dan perjuangan kemerdekaan kebangsaan
Indonesia … Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan
makmur”. Selanjutnya dijabarkan dalam pasalpasal UUD 1945. Pola pikir untuk
membangun kehidupan berpolitik yang murni dan jernih mutlak dilakukan sesuai
dengan kelima sila yang telah dijabarkan diatas. Yang mana dalam berpolitik
harus bertumpu pada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab,
persatuan Indonesia, Kerakyatan Yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
permusyarawatan/Perwakilan dan dengan penuh keadilan social bagi seluruh rakyat
Indonesia tampa pandang bulu. Nilai-nilai Pancasila tersebut mutlak harus
dimiliki oleh setiap penguasa yang berkuasa mengatur pemerintahan, agar tidak
menyebabkan berbaghai penyimpangan seperti yang sering terjadi dewasa ini.
Seperti tindak pidana korupsi, kolusi dan nepotisme, penyuapan, pembunuhan,
terorisme, dan penyalahgunaan narkotika sampai perselingkuhan dikalangan elit
politik yang menjadi momok masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;2.11.Etika
Politik dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Sesuai
Tap MPR No. VI/MPR/2001 dinyatakan pengertian dari etika kehiddupan berbangsa
adalah rumusan yang bersumber dari ajaran agama yang bersifat universal dan
nilai-nilai budaya bangsa yang terjamin dalam pancasila sebagai acuan dalam
berpikir, bersikap, dan bertingkah laku dalam kehidupan berbangsa dan
bernegara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;BAB.III&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;3.1.KESIMPULAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Kita
harus mengerti bagaimana politik itu sendiri yang seharusnya dilaksanakan
sesuai dengan amanah pancasila, tudak bertentangan dan bukan bagaimana
pancasila dipolitikkan oleh para penguasa negara khususnya negara Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;DAFTAR
PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;file.upi.edu/...Pancasila.../PANCASILA_SEBAGAI_ETIKA.pdf.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Setia,elly
m.2005.Panduan Kuliah Pendidikan Pancasila.PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA;Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Hatta
mohammad.1984.Uraian Pancasila.Mutiara;Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;Budiardjo.1981.Dasar-dasar
Ilmi Politik.Gramedia;Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;( http://chayoy.blogspot.com)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/02/tata-krama-dalam-berpolitik.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMYQNTVqJWd4jHWtg56OBmXVyMQVLPh22_Joge2aZwXOvA1F_MIYIDCBTxqbdv4M-rbvCBPRIYOb_w4W8o_6gNNG5uLk9Aq8_bJfEt2mQB65tLbqy4B5AhiMoyaKGIv3iJjFR6ct3UYlNm/s72-c/berikami.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-3819991995754132160</guid><pubDate>Tue, 26 Feb 2013 03:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-25T19:47:05.619-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Wah, Mau Maccaleg di Demokrat, Bayar Rp 100 Juta</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHg6bz55m9qSQLXZ41dvaNYq53Gn1jqQkFOxPBXYobyrZKtKp02XDt1C2EeRzHNykG0XIo8JxW9efi024Vqxrt0pVnnEuxZae8bvzSGeuNIjbhCaHvfyYmgnfEV7wFrM6r59yY573qy89y/s1600/bijak.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHg6bz55m9qSQLXZ41dvaNYq53Gn1jqQkFOxPBXYobyrZKtKp02XDt1C2EeRzHNykG0XIo8JxW9efi024Vqxrt0pVnnEuxZae8bvzSGeuNIjbhCaHvfyYmgnfEV7wFrM6r59yY573qy89y/s1600/bijak.jpg&quot; title=&quot;ilustrasi&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dewan pimpinan cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Surabaya, 
mensyaratkan peminat bakal calon legislatif (Bacaleg), memiliki deposito
 minimal Rp 100 juta. Hal ini sebagai tolok ukur finansial dari Bacaleg 
yang mendaftar untuk DPRD Kota Surabaya dari Partai Demokrat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Persyaratan memiliki deposito minimal Rp 100 juta juga sebagai 
jaminan keseriusan mereka yang mendaftar Bacaleg,&quot; kata Dadik 
Risdayanto, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Surabaya, Minggu (24/2/2013).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijelaskan Dadik, dengan besarnya dana deposito yang dimiliki 
pendaftar, maka akan meringankan beban Partai Demokrat untuk menyiapkan 
saksi di masing-masing tempat pemungutan suara nantinya. Di samping itu,
 dengan kemampuan finansial yang besar maka Bacaleg tersebut diharapkan 
nantinya memiliki modal kuat bertarung dalam Pileg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Itu maksud kami dengan mengharapkan mereka yang mendaftar Bacaleg 
dari Demokrat memiliki deposito besar dan tidak pas-pasan,&quot; tutur Dadik 
Risdayanto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DPC Partai Demokrat Kota Surabaya mulai 26 Februari hingga 14 Maret 
2013 mulai membuka pendaftaran Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) 
dalam Pileg 2014 mendatang.(&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tribun Timur)&lt;/span&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/02/wah-mau-maccaleg-di-demokrat-bayar-rp.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHg6bz55m9qSQLXZ41dvaNYq53Gn1jqQkFOxPBXYobyrZKtKp02XDt1C2EeRzHNykG0XIo8JxW9efi024Vqxrt0pVnnEuxZae8bvzSGeuNIjbhCaHvfyYmgnfEV7wFrM6r59yY573qy89y/s72-c/bijak.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-2855694232747470910</guid><pubDate>Mon, 25 Feb 2013 09:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-25T01:21:05.617-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Kades Tadang PaliE Akan Ikuti “Maccaleg”</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiecEzy5Ar1cMk-8wNj6lS4P9Le4R8Iw4QUBdNXDerN1mLFGJpZdM57Ykzl7UbBUpbZTBX_uPMSDaN4359VjUBsJSl4uum93WtDDxAsl62qmLHAb_9a7y5Mcad8JFLuHKV9_Tvyr9gLVE_g/s1600/mappakaya.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiecEzy5Ar1cMk-8wNj6lS4P9Le4R8Iw4QUBdNXDerN1mLFGJpZdM57Ykzl7UbBUpbZTBX_uPMSDaN4359VjUBsJSl4uum93WtDDxAsl62qmLHAb_9a7y5Mcad8JFLuHKV9_Tvyr9gLVE_g/s320/mappakaya.png&quot; width=&quot;274&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ulaweng, TRIBUN BONE- Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif yang berlangsung 2014 mendatang memang terbilang masih cukup lama. Namun, sejumlah kalangan sudah mulai manyiapkan strateginya untuk bertarung menjadi wakil rakyat. Bahkan sejumlah nama seudah santer diperbincangkan akan ikut “Maccaleg” di persta demokrasi lima tahunan itu .&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Salah satu misalnya, Kepala Desa Tadang PaliE, Kecamatan Ulaweng, Andi Mappakaya akan maju dalam pemilihan legislative 2014 mendatang. Majunya orang nomor satu di Desa Tadang PaliE itu karda berkat desakan dari keluarga, teman, dan masyarakat di sana&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; dan kota watampone sekitarnya&lt;/span&gt; yang selalu memberikan dorongan untuk maju sebagai wakil rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Andi Mappakaya&amp;nbsp; saat ditemui kemarin mengatakan, pihaknya akan maju pada pemilu legislative ini karena dari desakan teman-teman disana. “Insya Allah kalau Tuhan meridhoi saya akan maju pada pemilihan legislative mendatang,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ia menyebutkan dalam pemilu mendatang pihaknya akan&amp;nbsp; maju melalui kendaraan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura). Dijelaskan, keinginannya untuk maju dipercayakan nantinya akan memperjuangkan rakyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “sudah lama warga Tadang PaliE menginginkan saya untuk maju sebagai wakil rakyat agar jika kelak&amp;nbsp; saya nanti terpilih, maka saya siap memperjuangkannya,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sosok kades muda ini memang dikenal orangnya peramah dan dekat dengan masyarakat. Sehingga, tidak salah jika dirinya didorong untuk maju mewak&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;ili masyarakat khususnya Dapil 1 yakni, kecamatan Tanete Riattang, Tanete Riattang Timur, Tanete Riattang Barat, dan Palakka&lt;/span&gt; (Bur)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/02/kades-tadang-palie-akan-ikuti-maccaleg.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiecEzy5Ar1cMk-8wNj6lS4P9Le4R8Iw4QUBdNXDerN1mLFGJpZdM57Ykzl7UbBUpbZTBX_uPMSDaN4359VjUBsJSl4uum93WtDDxAsl62qmLHAb_9a7y5Mcad8JFLuHKV9_Tvyr9gLVE_g/s72-c/mappakaya.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-2446560237981634735</guid><pubDate>Sat, 23 Feb 2013 11:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-23T03:37:30.914-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><title>Modernisasi sebagai Unsur dari Proses Sosial</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxxzCw0ADPdJQfSJCiJLyJirvJt_bm9k0bO1nDnqoV6kQfTKhSBUoXq4b5nJaVoaVFh33fM4OIbz1Olrlc2jNafmBLDntHJO0DCGN61RWqtVDL0YUSR5dPOJW7k8OLTOmhTD-6fi1TBWTf/s1600/andi+mappakaya.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxxzCw0ADPdJQfSJCiJLyJirvJt_bm9k0bO1nDnqoV6kQfTKhSBUoXq4b5nJaVoaVFh33fM4OIbz1Olrlc2jNafmBLDntHJO0DCGN61RWqtVDL0YUSR5dPOJW7k8OLTOmhTD-6fi1TBWTf/s200/andi+mappakaya.jpg&quot; width=&quot;161&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;ANDI MAPPAKAYA&lt;/b&gt;, &lt;/span&gt;Bagian penting dari proses sosial ialah 
proses modernisasi yang merupakan suatu perubahan total dari suatu 
masyarakat dalam keadaan tradisional menuju suatu masyarakat yang maju.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Secara historis modernisasi berarti 
transformasi sosial, politik, ekonomi, kultural dan mental yang terjadi 
di Barat sejak abad ke- 16 dan mencapai puncak pada abad ke 19 dan 20. 
Modernisasi meliputi proses industrialisasi, urbanisasi, rasionalisasi, 
birokratisasi, demokrasi, pengaruh kapitalisme, perkembangan 
individualisme dan motivasi untuk berprestasi, meningkatkan pengaruh 
akal dan sains serta berbagai proses lainnya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Masyarakat Eropa Barat selama abad ke 17
 dan 18 sudah mengalami serangkaian mutasi ekonomi dan politik yang 
mencapai titik kulminasinya pada revolusi industri di Inggris dan 
revolusi Prancis tahun 1789. Sejak saat itu sebuah dunia barupun 
tergambar di tandai dengan adanya industrialisasi, pembagian kerja dan 
urbanisasi berkembangnya negara, bangsa dan naik daunnya demokrasi 
massa. Sejajar dengan hal itu nilai-nilai barupun lahir; bahwa rasio 
menjadi satu-satunya penguasa yang diterima untuk ditaati oleh manusia; 
kebebasan dan kesetaraan dimasukkan pada hak-hak universal dalam 
deklarasi hak-hak asasi manusia dan warga negara. Seluruh transformasi 
ini membuka apa yang biasa disebut sebagai era modern.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Menurut S. Susanto bahwa dalam 
modernisasi kemajuan ekonomi menjadi pokok untuk negara-negara yang 
berkembang, perubahan dari negara agraris menuju ke sistem ekonomi 
industri dengan harapan bahwa perubahan ini akan dapat menghasilkan 
perbaikan nasib.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Proses modernisasi ialah mempergunakan 
perubahan dan mengarah hanya pada kemajuan dan perbaikan hasil manusia 
dengan hasil yang sebaik-baiknya. Untuk memperlancar modernisasi adalah 
nasionalisme, karena dengan nasionalisme memungkinkan perubahan sosial 
dalam arah modernisasi. Untuk negara-negara berkembang nasionalisme 
telah mengakhiri dan menabrak unsur-unsur penghambat modernisasi dalam 
tradisi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Modernisasi sebagai Bagian dari Proses Sosial&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Setiap masyarakat mempunyai bentuk 
sosialnya sendiri, karenanya ada hubungan antara struktur atau sistem 
sosial dengan pelembagaan, sebab kedua-duanya membuat norma untuk 
masyarakat dan organisasi. Dengan demikian, maka apabila modernisasi 
hendak diadakan atau di mulai negara-negara berkembangan haruslah 
ditemukan dahulu faktor-faktor pembuat norma yang semuanya terjadi dalam
 interaksi antar individu atau antar kelompok.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Modernisasi 
merupakan proses sistimatik. Modernisasi melibatkan perubahan pada 
hampir segala aspek tingkah laku sosial, termasuk di dalamnya 
industrialisasi, urbanisasi, diferensiasi, sekularisasi, sentralisasi 
dan sebagainya. Proses modernisasi ini terkait seperti menggali satu 
lubang di satu tempat secara terus-menerus, dan oleh karena itu wajah 
aspek-aspek modernisasi akan tampil secara mengelompok dan beraturan 
ketimbang terpisah-pisah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada dasarnya semua bangsa dan 
masyarakat di dunia ini senantiasa terlibat dalam proses modernisasi, 
meskipun kecepatan arah perubahannya berbeda-beda antara masyarakat satu
 dengan masyarakat lainnya. Proses modernisasi itu sangat luas, 
hampir-hampir tidak bisa dibatasi ruang lingkup masalahnya, mulai dari 
aspek sosial, ekonomi, politik, budaya dan seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Secara historis, modernisasi merupakan perubahan-perubahan masyarakat yang bergerak dari keadaan 
yang tradisional atau dari masyarakat pra modern menuju kepada satu 
masyarakat modern. Proses perubahan itu didorong oleh berbagai usaha 
masyarakat dalam memperjuangkan harapan dan cita-citanya, yaitu 
perubahan kehidupan dan penghidupan yang ada menjadi lebih baik. 
Karakteristik umum dari modernisasi adalah menyangkut bidang-bidang 
tradisi-tradisi sosial kemasyarakatan, ilmu pengetahuan dan tekhnologi, 
kependudukan dan mobilitas sosial. Berbagai bidang tersebut berproses 
sehingga mencapai pola-pola perikelakuan baru yang terwujud pada 
kehidupan masyarakat modern. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Adpun&lt;/span&gt; sisi utama dari gerakan modernisasi itu&amp;nbsp; adalah &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Modernisasi tekno – ekonomi: terobosan ilmu dan tekhnologi yang 
kalau diterapkan pada perekonomian, mengubah organisasi produksi 
distribusi, dan usaha serta memajukan produktifitas kerja manusia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Modernisasi politis: pembangunan dan kendali yang semakin meningkat 
dari aparat politik-pemerintahan terhadap masyarakat. Selain itu, 
modernisasi politik berarti diferensiasi, spesialisasi, dan sentralisasi
 badan-badan negara. Dalam lingkungan-lingkungan tertentu modernisasi 
politik didefenisikan sebagai demokratisasi aparatur politik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Modernisasi kultural: tersebarnya secara umum kesantaian, budaya 
massa, dan media komunikasi massa. Lebih tepat, perubahan-perubahan ini 
menunjuk pada gambaran :manusia baru” yang terbebas dari aturan-aturan 
moral politis, dan keagamaan dalam masyarakat tradisional. Modernisasi 
budaya adalah kemunculan individu-independen, percaya diri, rasional, 
dan menguasai nasibnya sendiri, yang sanggup menghadapi seluruh dunia, 
dan seterusnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Modernisasi waktu: ini menundukkan berakhirnya masa daur 
masyarakat-masyarakat tradisional. Jaman modern adalah kronometris, 
linier dan bisa dibalikkan. Selain itu, ini berarti bahwa manusia modern
 lebih banyak berorientasi ke masa sekarang dan masa yang akan datang 
daripada masa lalu. Modernisasi tidak mengenal langkah mundur, jika 
terpaksa melangkah mundur hal ini dianggap sebagai kebetulan atau 
perkecualian dalam perjalanan sejarahnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;M&lt;/span&gt;odernisasi baik yang berasal dari Barat maupun dari Timur menampilkan 
tantangan dasar yang sama, perpaduan antara semangat kaum rasionalis dan
 positive. Sekarang modernisasi sedang terjadi mencakup seluruh lingkup 
lapisan masyarakat dan lembaga-lembaga yang ada sebagaimana juga terjadi
 pada tiap-tiap individu secara pribadi. Hakekat dari perubahan ini 
adalah pergeseran dalam cara menyampaikan ide dan sikap, karena apa yang
 dilakukan modernisasi adalah menyebarkan gambaran yang jelas kepad 
masyarakat tentang cara hidup baru&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt; dan berdaya guna.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/02/modernisasi-sebagai-unsur-dari-proses.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxxzCw0ADPdJQfSJCiJLyJirvJt_bm9k0bO1nDnqoV6kQfTKhSBUoXq4b5nJaVoaVFh33fM4OIbz1Olrlc2jNafmBLDntHJO0DCGN61RWqtVDL0YUSR5dPOJW7k8OLTOmhTD-6fi1TBWTf/s72-c/andi+mappakaya.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-5770095286539753164</guid><pubDate>Sat, 23 Feb 2013 08:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-23T00:24:27.007-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Anas Mundur sebagai Ketua Umum Partai Demokrat</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;img alt=&quot;Anas Mundur sebagai Ketua Umum Partai Demokrat&quot; height=&quot;159&quot; src=&quot;http://assets.kompas.com/data/photo/2013/02/23/1433304-anas-mundur-2-620X310.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Anas Urbaningrum mengumumkan pengunduran diri sebagai ketua umum partai 
Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Sabtu (23/2/2013).
    &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;ANDI MAPPAKAYA&lt;/b&gt;, Anas Urbaningrum akhirnya menyatakan mundur dari jabatan Ketua Umum 
Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat setelah ditetapkan sebagai 
tersangka kasus dugaan korupsi proyek Hambalang oleh Komisi 
Pemberantasan Korupsi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&quot;Standar etik pribadi saya mengatakan, 
kalau saya punya status hukum sebagai tersangka, maka saya akan berhenti
 sebagai Ketua Umum Partai Demokrat,&quot; kata Anas saat jumpa pers di 
Kantor DPP Demokrat di Jakarta, Minggu (23/2/2013) siang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Ia 
mengatakan, kebetulan standar etik yang dipegangnya sesuai dengan isi 
Pakta Integritas yang diminta Ketua Majelis Tinggi partai Demokrat 
Susilo Bambang Yudhoyono untuk ditandatangani seluruh kader pengurus 
Partai Demokrat di seluruh Indonesia. Namun, tanpa pakta itu pun, Anas 
mengaku sudah memegang prinsip tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&quot;Saya mundur sebagai Ketua Umum partai Demokrat,&quot; ujar Anas kembali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Hal
 tersebut, kata Anas, bukan berarti ia mengaku salah. Ia menghormati 
kebijakan yang dibuat partainya. Anas tetap meyakini tidak terlibat 
dalam skandal Hambalang yang disebutnya sebagai tuduhan tak mendasar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Seperti
 diberitakan, KPK menyangka Anas melanggar Pasal 12 Huruf a atau Huruf b
 atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor  31 Tahun    1999    sebagaimana 
diubah menjadi UU No    20/2001    tentang Pemberantasan Tindak Pidana  
Korupsi. Pasal 12 UU Pemberantasan  Tipikor antara lain menyebutkan, 
&quot;Dipidana  dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana  penjara 
paling singkat empat tahun dan paling  lama 20 tahun dan denda paling 
sedikit Rp    200    juta  dan paling banyak Rp 1 miliar&quot;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Huruf a
 dan b dalam Pasal 12 UU Pemberantasan  Tipikor memuat ketentuan 
pidananya, yakni  pegawai negeri atau penyelenggara negara yang  
menerima hadiah atau janji untuk melakukan atau  tidak melakukan sesuatu
 dalam jabatannya, yang  bertentangan dengan kewajibannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Nama 
Anas pertama kali disebut terlibat dalam  kasus ini oleh mantan 
Bendahara Umum Partai  Demokrat Muhammad Nazaruddin. Dalam  penyelidikan
 KPK terkait kasus Hambalang, Anas  diduga diberi mobil mewah Toyota 
Harrier oleh  Nazaruddin tahun    2009   . KPK telah memperoleh bukti 
berupa cek pembelian mobil mewah tersebut  sejak pertengahan tahun lalu.
 Cek pembelian ini  sempat tidak diketahui keberadaannya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Anas 
terpilih sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat dalam Kongres ke II di 
Bandung, Jawa Barat, pada    20-23    Mei    2010    . Ketika itu, ada 
tiga kandidat ketua umum, yakni Anas, Andi Mallarangeng, dan Marzuki 
Alie. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dalam pemungutan suara putaran pertama, Anas  unggul dengan
    236    suara. Adapun Marzuki mendapat    209    suara dan  Andi 
sebanyak 82 suara. Lantaran tidak ada  kandidat yang memperoleh suara 
lebih dari 50  persen, pemungutan suara putara kedua dilakukan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pada
 putaran kedua, mantan Ketua Umum PB HMI itu unggul dengan perolehan    
 280    suara. Adapun Marzuki memperoleh    248    suara dan dua suara 
dinyatakan tidak sah. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dorongan agar Anas mundur sudah lama 
disuarakan berbagai pihak setelah terseret dalam kasus dugaan korupsi. 
Politisi Demokrat Ruhut Sitompul yang konsisten dan gamblang mendesak 
Anas mundur. Ketidakjelasan status Anas ketika itu dinilai menyandera 
partai. Akibatnya, partai terancam &quot;karam&quot; di Pemilu    2014    setelah 
elektabilitas partai terus merosot.(kompas)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/02/anas-mundur-sebagai-ketua-umum-partai.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-6400719410117172036</guid><pubDate>Sat, 23 Feb 2013 08:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-23T00:19:55.869-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Anas Yakin Bakal Jadi Tersangka Setelah Kewenangannya Dipreteli SBY</title><description>&lt;div class=&quot;pic_artikel_2&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
            &lt;span style=&quot;clear: left; float: left; font-size: small; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://images.detik.com/content/2013/02/23/10/150857_anasurbaningrum3arisdalam.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;http://images.detik.com/content/2013/02/23/10/150857_anasurbaningrum3arisdalam.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;clear: left; float: left; font-size: small; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;span&gt;Kenangan Anas dan Ibas (Rivki/ detikcom)
            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
            &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;ANDI MAPPAKAYA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; - Pada tanggal 8 Februari 
2013, SBY selaku Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) meminta Anas 
Urbaningrum fokus pada masalah hukum di KPK. Dalam keterangan yang 
disampaikan seorang diri di Cikeas, SBY berharap keadilan dapat 
ditegakkan dalam penanganan kasus Hambalang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas yang pada 
awalnya sangat yakin tidak akan memiliki status dalam status Hambalang 
mulai berpikir ulang. Dia merasa sudah divonis kelak akan menjadi 
tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ketika saya dipersilakan untuk lebih fokus menghadapi
 masalah hukum di KPK berarti saya sudah divonis punya status hukum 
Status hukum yang dimaksud adalah tersangka,&quot; tutur Anas Urbaningrum di 
Kantor DPP PD, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (23/1/2013).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas
 mengaku beberapa petinggi PD sudah yakin minggu ini dirinya bakal 
ditetapkan sebagai tersangka. Anas pun menyebutkan peristiwa ini tidak 
bisa lepas dari bocornya sprindik KPK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Rangkaian ini pasti tidak
 bisa dipisahkan dengan bocornya apa yang disebut sprindik. Ini satu 
rangkaian peristiwa yang pasti tidak bisa dipisahkan. Itu satu rangkaian
 peristiwa yang utuh,&quot; katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alur proses menjadikan Anas 
menjadi tersangka sangat jelas. Sehingga Anas mengatakan masyarakat umum
 pun dapat dengan mudah membaca skenario itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Itulah faktanya, 
itulah rangakaian kejadiannya dan tidak butuh pencermatan tidak terlalu 
canggih untuk mengetahui rangkaian itu,&quot; ujarnya.(detik.com)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/02/anas-yakin-bakal-jadi-tersangka-setelah.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-4155422294527374467</guid><pubDate>Sat, 23 Feb 2013 08:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-23T00:16:44.004-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Hanya Loyalis yang Dampingi Anas Umumkan Berhenti dari Ketum PD </title><description>&lt;div class=&quot;pic_artikel_2&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
            &lt;span style=&quot;clear: left; float: left; font-size: small; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://images.detik.com/content/2013/02/23/10/145857_anasari.jpg&quot; /&gt;&lt;span&gt;
            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
            
            &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Jakarta&lt;/strong&gt; - Sejumlah pengurus Partai 
Demokrat masih setia mendampingi Anas Urbaningrum. Dalam jumpa pers, tak
 ada pengurus lain yang datang ke kantor DPP PD. Hanya loyalis Anas yang
 terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pantauan detikcom di Kantor DPP Demokrat, Jalan Kramat
 Raya, Jakpus, Sabtu (23/2/2013), tampak mendampingi Anas di antaranya 
Wakil Sekjen Saan Mustopa, Ketua DPP Umar Arsal, Sekretaris Bidang Agama
 Makmun &lt;br /&gt;Murod, Wakil Direktur Eksekutif Partai Demokrat M Rahmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para
 pengurus ini memang sering menemani Anas di kediamannya Jalan Duren 
Sawit, Jaktim, sejak Ketua Majelis Tinggi PD Susilo Bambang Yudhoyono 
mulai membahas agenda penyelamatan partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam jumpa pers, Anas
 menyatakan berhenti dari jabatannya sebagai Ketum Partai Demokrat. Dia 
berharap penggantinya akan bekerja lebih baik untuk partai. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain
 itu, Anas menegaskan akan mengikuti proses hukum meski dirinya yakin 
tidak bersalah dalam perkara korupsi Hambalang. &quot;Saya masih percaya 
bahwa lewat proses hukum yang adil, obyektif dan transparan, kebenaran 
dan keadilan bisa saya dapatkan,&quot; ujarnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anas juga menyinggung
 kasus hukumnya yang diduga terkait peristiwa politik. Dia bahkan 
kembali mengingatkan proses Kongres PD di Bandung yang memenangkan 
dirinya sebagai ketum partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Kongres itu ibarat bayi yang lahir, Anas ibarat bayi yang lahir tidak diharapkan,&quot; imbuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/02/hanya-loyalis-yang-dampingi-anas.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-3478107721847820358</guid><pubDate>Fri, 22 Feb 2013 14:22:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-22T23:51:14.770-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Artikel</category><title>Mengenal Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_giS4AXJO01l7FqfNMsvsdBcJ1-PKy8fIq2TMoqL-Edc-o4klEQOKJ1nwc4hLyjCXx1QIdngq_lwLRe12tjz_rK9FK0t4z3mu5hNLoD4fvZEM-ap6tz6RoRnCI8XQXaKqIA3TgvJ4hymZ/s1600/mappakaya.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_giS4AXJO01l7FqfNMsvsdBcJ1-PKy8fIq2TMoqL-Edc-o4klEQOKJ1nwc4hLyjCXx1QIdngq_lwLRe12tjz_rK9FK0t4z3mu5hNLoD4fvZEM-ap6tz6RoRnCI8XQXaKqIA3TgvJ4hymZ/s320/mappakaya.jpg&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;ANDI MAPPAKAYA,&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dewan perwakilan rakyat daerah&lt;/b&gt; (disingkat &lt;b&gt;DPRD&lt;/b&gt;) adalah bentuk lembaga perwakilan rakyat (parlemen) daerah (provinsi/kabupaten/kota) di Indonesia yang berkedudukan sebagai unsur penyelenggara pemerintahan daerah bersama dengan pemerintah daerah. DPRD diatur dengan undang-undang, terakhir melalui Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;DPRD berkedudukan di setiap wilayah administratif, yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dewan perwakilan rakyat daerah provinsi (DPRD provinsi), berkedudukan di ibukota provinsi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dewan perwakilan rakyat daerah kabupaten (DPRD kabupaten), berkedudukan di ibukota kabupaten.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dewan perwakilan rakyat daerah kota (DPRD kota), berkedudukan di kota.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;DPRD merupakan mitra kerja kepala daerah (gubernur/bupati/wali kota).
 Sejak diberlakukannya UU Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan 
Daerah, kepala daerah tidak lagi bertanggung jawab kepada DPRD, karena 
dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Fungsi DPRD&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;DPRD memiliki fungsi&amp;nbsp;:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;legislasi,berkaitan dengan pembentukan peraturan daerah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;anggaran,Kewenangan dalam hal anggaran daerah (APBD)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;pengawasan,Kewenangan mengontrol pelaksanaan perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tugas dan wewenang DPRD adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Membentuk peraturan daerah bersama kepala daerah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Membahas dan memberikan persetujuan rancangan peraturan daerah mengenai anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang diajukan oleh kepala daerah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan peraturan daerah dan APBD.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Mengusulkan:
&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Untuk DPRD provinsi, pengangkatan/pemberhentian gubernur/wakil gubernur kepada Presiden melalui Menteri Dalam Negeri untuk mendapatkan pengesahan pengangkatan/pemberhentian.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Untuk DPRD kabupaten, pengangkatan/pemberhentian bupati/wakil bupati kepada Gubernur melalui Menteri Dalam Negeri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Untuk DPRD kota, pengangkatan/pemberhentian wali kota/wakil wali kota kepada Gubernur melalui Menteri Dalam Negeri.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Memilih wakil kepala daerah (wakil gubernur/wakil bupati/wakil wali 
kota) dalam hal terjadi kekosongan jabatan wakil kepala daerah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah daerah terhadap rencana perjanjian internasional di daerah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama internasional yang dilakukan oleh pemerintah daerah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Meminta laporan keterangan pertanggungjawaban kepala daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Memberikan persetujuan terhadap rencana kerja sama dengan daerah 
lain atau dengan pihak ketiga yang membebani masyarakat dan daerah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Mengupayakan terlaksananya kewajiban daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Melaksanakan tugas dan wewenang lain yang diatur dalam ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;DPRD memiliki hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan 
pendapat. Anggota DPRD memiliki hak mengajukan rancangan peraturan 
daerah, mengajukan pertanyaan, menyampaikan usul dan pendapat, memilih 
dan dipilih, membela diri, imunitas, mengikuti orientasi dan pendalaman 
tugas, protokoler, serta keuangan dan administratif.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;DPRD berhak meminta pejabat negara tingkat daerah, pejabat pemerintah
 daerah, badan hukum, atau warga masyarakat untuk memberikan keterangan.
 Jika permintaan ini tidak dipatuhi, maka dapat dikenakan panggilan 
paksa (sesuai dengan peraturan perundang-undangan). Jika panggilan paksa
 ini tidak dipenuhi tanpa alasan yang sah, yang bersangkutan dapat 
disandera paling lama 15 hari (sesuai dengan peraturan 
perundang-undangan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Keanggotaan DPRD&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Anggota DPRD merupakan anggota partai politik peserta pemilihan umum yang dipilih berdasarkan hasil pemilihan umum. Jumlah anggota DPRD adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Untuk DPRD provinsi, berjumlah antara 35-100 orang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Untuk DPRD kabupaten/kota, berjumlah antara 20-50 orang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Keanggotaan DPRD provinsi diresmikan dengan keputusan menteri dalam 
negeri sedangkan untuk DPRD kabupaten/kota diresmikan dengan keputusan 
gubernur. Masa jabatan anggota DPRD adalah 5 tahun dan berakhir 
bersamaan pada saat anggota DPRD yang baru mengucapkan sumpah/janji.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Alat Kelengkapan dan Sekretariat DPRD&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Alat kelengkapan DPRD terdiri atas pimpinan, badan musyawarah, 
komisi, badan legislasi daerah, badan anggaran, badan kehormatan, dan 
alat kelengkapan lain yang diperlukan dan dibentuk oleh rapat paripurna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Untuk mendukung kelancaran pelaksanaan tugas DPRD, dibentuk sekretariat DPRD yang personelnya terdiri atas pegawai negeri sipil.
 Sekretariat DPRD adalah penyelenggara administrasi kesekretariatan, 
administrasi keuangan, pendukung pelaksanaan tugas dan fungsi DPRD, dan 
bertugas menyediakan serta mengoordinasikan tenaga ahli yang diperlukan 
oleh DPRD sesuai dengan kemampuan keuangan daerah. Sekretariat DPRD 
dipimpin seorang sekretaris DPRD yang diangkat oleh kepala daerah atas 
usul pimpinan DPRD. Sekretaris DPRD secara teknis operasional berada di 
bawah dan bertanggung jawab kepada pimpinan DPRD dan secara 
administratif bertanggung jawab kepada kepala daerah melalui sekretaris 
daerah. Fungsi sekretariat DPRD adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Penyelenggaraan administrasi kesekretariatan DPRD.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Penyelenggaraan administrasi keuangan DPRD.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Penyelenggaraan rapat-rapat DPRD.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Penyediaan dan pengoordinasian tenaga ahli yang diperlukan oleh DPRD.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Untuk meningkatkan kinerja lembaga dan membantu pelaksanaan fungsi 
dan tugas DPRD secara profesional, dapat diangkat sejumlah pakar/ahli 
sesuai dengan kebutuhan. Para pakar/ahli tersebut berada di bawah 
koordinasi sekretariat DPRD.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Kekebalan Hukum&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Anggota DPRD tidak dapat dituntut di hadapan pengadilan karena 
pernyataan, pertanyaan/pendapat yang dikemukakan secara lisan ataupun 
tertulis dalam rapat-rapat DPRD, sepanjang tidak bertentangan dengan 
peraturan tata tertib dan kode etik masing-masing lembaga. Ketentuan 
tersebut tidak berlaku jika anggota yang bersangkutan mengumumkan materi
 yang telah disepakati dalam rapat tertutup untuk dirahasiakan atau 
hal-hal mengenai pengumuman rahasia negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Penyidikan&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jika anggota DPRD diduga melakukan perbuatan pidana, pemanggilan, 
permintaan keterangan, dan penyidikannya harus mendapat persetujuan 
tertulis dari Mendagri atas nama Presiden. Ketentuan ini berlaku apabila
 anggota DPRD melakukan tindak pidana korupsi dan terorisme serta 
tertangkap tangan (seperti tindak pidana penyalahgunaan narkoba).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/02/mengenal-dewan-perwakilan-rakyat-daerah.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_giS4AXJO01l7FqfNMsvsdBcJ1-PKy8fIq2TMoqL-Edc-o4klEQOKJ1nwc4hLyjCXx1QIdngq_lwLRe12tjz_rK9FK0t4z3mu5hNLoD4fvZEM-ap6tz6RoRnCI8XQXaKqIA3TgvJ4hymZ/s72-c/mappakaya.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-3629319065971382465</guid><pubDate>Fri, 22 Feb 2013 13:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-22T23:53:05.069-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dapil</category><title>Daftar Desa / Kelurahan di kabupaten Bone</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_giS4AXJO01l7FqfNMsvsdBcJ1-PKy8fIq2TMoqL-Edc-o4klEQOKJ1nwc4hLyjCXx1QIdngq_lwLRe12tjz_rK9FK0t4z3mu5hNLoD4fvZEM-ap6tz6RoRnCI8XQXaKqIA3TgvJ4hymZ/s1600/mappakaya.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_giS4AXJO01l7FqfNMsvsdBcJ1-PKy8fIq2TMoqL-Edc-o4klEQOKJ1nwc4hLyjCXx1QIdngq_lwLRe12tjz_rK9FK0t4z3mu5hNLoD4fvZEM-ap6tz6RoRnCI8XQXaKqIA3TgvJ4hymZ/s320/mappakaya.jpg&quot; title=&quot;Andi Mappakaya Dapil 1 Bone&quot; width=&quot;239&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;ANDI MAPPAKAYA,&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &amp;nbsp; Berikut ini adalah daftar nama-nama Kelurahan / Desa dan Kecamatan 
beserta nomor kode pos (postcode / zip code) di Kabupaten Bone, 
Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Republik Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaRIGK1gwn67uBFzy-W4J1ls_vDNnm3U4flCjPd84s6euU8Ff4x8w49gLmO_wEaDq0enW6rs9k7pozp3btGLUSpY23w0f2ec459G4IaOVu2hQ3Yu7fWF0D-QoGrNbAjSXLMNKw4GuJOw0/s1600/peta_bone.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaRIGK1gwn67uBFzy-W4J1ls_vDNnm3U4flCjPd84s6euU8Ff4x8w49gLmO_wEaDq0enW6rs9k7pozp3btGLUSpY23w0f2ec459G4IaOVu2hQ3Yu7fWF0D-QoGrNbAjSXLMNKw4GuJOw0/s200/peta_bone.jpg&quot; width=&quot;163&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Negara : Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)&lt;br /&gt;
Provinsi : Sulawesi Selatan (Sulsel)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kabupaten : Bone&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kota &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; : Watampone&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Kecamatan Ajangale&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ajangale di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Allamungeng Patue (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Amessangeng (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Labissa (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lebbae (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Leppangeng (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Manciri (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Opo (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pacciro (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pinceng Pute (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pompanua (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pompanua Riattang (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Salewangeng (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Telle (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Timurung (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Welado (Kodepos : 92755)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Kecamatan Amali&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Amali di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ajang Laleng (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Amali Riattang (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Benteng Tellue (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bila (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Laponrong (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lili Riattang (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mampotu (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mattaro Purae (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tacipong (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tassipi (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tocinnong (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ulaweng Riaja (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Waempubbue (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Waemputtange (Kodepos : 92755)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Wellulang (Kodepos : 92755)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Kecamatan Awangpone&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Awangpone di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Abbanuang (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Awo Lagading (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bulumparee (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Cakke Bone (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Carebbu (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Cari Gading (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Cumpiga (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Jaling (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Kading (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Kajuara (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lappo Ase (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lettekko (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Maccope (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mallari (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mappalo Ulaweng (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mappalo Ulaweng I (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Matuju (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Paccing (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Unra (Kodepos : 92776)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Kecamatan Barebbo&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Barebbo di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Kading (Kodepos : 90225)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Apala (Kodepos : 92771)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Attobaja (Kodepos : 92771)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bacu (Kodepos : 92771)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Barebbo (Kodepos : 92771)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Cempaniga (Kodepos : 92771)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Cingkang (Kodepos : 92771)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Cinnong (Kodepos : 92771)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Congko (Kodepos : 92771)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Corawalie (Kodepos : 92771)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Kajaolaliddong (Kodepos : 92771)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Kampuno (Kodepos : 92771)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lampoko (Kodepos : 92771)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Parippung (Kodepos : 92771)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Samaelo (Kodepos : 92771)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Sugiale (Kodepos : 92771)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Talungeng (Kodepos : 92771)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Watu (Kodepos : 92771)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Wollangi (Kodepos : 92771)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Kecamatan Bengo&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Bengo di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bengo (Kodepos : 92763)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bulu Allapporenge (Kodepos : 92763)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Liliriawang (Kodepos : 92763)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mattaro Puli (Kodepos : 92763)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mattiro Walie (Kodepos : 92763)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Samaenre (Kodepos : 92763)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Selli (Kodepos : 92763)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tungke (Kodepos : 92763)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Walimpong (Kodepos : 92763)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Kecamatan Bontocani&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Bontocani di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Kahu (Kodepos : 92767)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bana (Kodepos : 92768)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bontojai (Kodepos : 92768)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bulusirua (Kodepos : 92768)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ere Cinnong (Kodepos : 92768)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lamoncong (Kodepos : 92768)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Langi (Kodepos : 92768)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mattiro Walie (Kodepos : 92768)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pammusureng (Kodepos : 92768)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pattuku (Kodepos : 92768)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Watangcani (Kodepos : 92768)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Kecamatan Cenrana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cenrana di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ajallasse (Kodepos : 92754)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Cakkeware (Kodepos : 92754)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Cenrana (Awang Cenrana) (Kodepos : 92754)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Labotto (Kodepos : 92754)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Laoni (Kodepos : 92754)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Latonro (Kodepos : 92754)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lebbongnge (Kodepos : 92754)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Naga Uleng (Kodepos : 92754)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pacubbe (Kodepos : 92754)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pallae (Kodepos : 92754)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pallime (Kodepos : 92754)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Panyiwi (Kodepos : 92754)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pusungnge (Kodepos : 92754)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ujung Tanah (Kodepos : 92754)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Watang Cenrana (Kodepos : 92754)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Watang Labotto (Kodepos : 92754)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Watang Ta (Kodepos : 92754)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Watu (Kodepos : 92754)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Kecamatan Cina&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Cina di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Abbumpungeng (Kodepos : 92772)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ajangpulu (Kodepos : 92772)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Arasoe (Kodepos : 92772)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Awo (Kodepos : 92772)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Cinennung (Kodepos : 92772)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Cinennung I (Kodepos : 92772)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Kanco (Kodepos : 92772)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Kawerang (Kodepos : 92772)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lompu (Kodepos : 92772)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Padang Loang (Kodepos : 92772)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tanete (Kodepos : 92772)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tanete Harapan (Kodepos : 92772)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Welenreng (Kodepos : 92772)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Kecamatan Dua Boccoe&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Dua Boccoe di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Cabbeng (Kodepos : 92753)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Kampoti (Kodepos : 92753)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Laccori (Kodepos : 92753)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lallatang (Kodepos : 92753)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Matajang (Kodepos : 92753)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Melle (Kodepos : 92753)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Padacenga (Kodepos : 92753)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pakkasalo (Kodepos : 92753)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Panyili (Kodepos : 92753)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pattiro (Kodepos : 92753)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Praja Maju (Kodepos : 92753)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Sailong (Kodepos : 92753)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Sanrangeng (Kodepos : 92753)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Solo (Kodepos : 92753)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tawaroe (Kodepos : 92753)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tempe (Kodepos : 92753)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tocina (Kodepos : 92753)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Turumame (Kodepos : 92753)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ujung (Kodepos : 92753)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Uloe (Kodepos : 92753)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Unnyi (Kodepos : 92753)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Watang Padacenga (Padacengnga) (Kodepos : 92753)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Watang Padacenga I (Kodepos : 92753)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10. Kecamatan Kahu&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kahu di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Biru (Kodepos : 92714)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Cenrana (Kodepos : 92754)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Palakka (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Arallae (Kodepos : 92767)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Balle (Kodepos : 92767)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bonto Padang (Kodepos : 92767)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Cakkela (Kodepos : 92767)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Cammilo (Kodepos : 92767)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Carima (Kodepos : 92767)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Hulo (Kodepos : 92767)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Labuaja (Kodepos : 92767)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lalepo (Kodepos : 92767)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Maggenrang (Manggenrang) (Kodepos : 92767)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Maggenrang I (Kodepos : 92767)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Matajang (Kodepos : 92767)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mattoanging (Kodepos : 92767)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Nusa (Kodepos : 92767)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Palattae (Kodepos : 92767)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pasaka (Kodepos : 92767)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Sanrego (Kodepos : 92767)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tompong Patu (Kodepos : 92767)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;11. Kecamatan Kajuara&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Kajuara di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Abbumpungeng (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ancu (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ancu I (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Angkue (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Awang Tangka (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Buareng (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bulu Tanah (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Gona (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Kalero (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lamakkaba (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lappa Bosse (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lemo (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mallahae (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mallahae I (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Massangkae (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Padaelo (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Polewali (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pude (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Raja (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tarasu (Kodepos : 92776)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Waetuwo (Kodepos : 92776)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;12. Kecamatan Lamuru&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Lamuru di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Barakkae (Kodepos : 92764)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Barakkae I (Kodepos : 92764)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Barugae (Kodepos : 92764)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lalebata (Kodepos : 92764)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mamminasae (Kodepos : 92764)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Massenrenpulu (Kodepos : 92764)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mattampa Bulu (Kodepos : 92764)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mattampa Walie (Kodepos : 92764)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Padaelo (Kodepos : 92764)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Poleonro (Kodepos : 92764)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Seberang (Kodepos : 92764)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Sengeng Palie (Kodepos : 92764)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Turucinnae (Kodepos : 92764)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;13. Kecamatan Lappariaja&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Lappariaja di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lili Riattang (Kodepos : 92763)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mattampa Walie (Kodepos : 92763)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Patangkai (Kodepos : 92763)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pattuku Limpoe (Kodepos : 92763)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Sengeng Palie (Kodepos : 92763)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tenri Pakkua (Kodepos : 92763)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tonronge (Kodepos : 92763)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ujung Lamuru (Kodepos : 92763)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Waekeccee (Kodepos : 92763)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;14. Kecamatan Libureng&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Libureng di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Baringeng (Kodepos : 92766)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Binuang (Kodepos : 92766)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bune (Kodepos : 92766)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ceppaga (Kodepos : 92766)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Laburasseng (Laburasse) (Kodepos : 92766)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mallinrung (Kodepos : 92766)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mario (Kodepos : 92766)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mattiro Bulu (Kodepos : 92766)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mattiro Deceng (Kodepos : 92766)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mattiro Walie (Kodepos : 92766)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pitumpidange (Kodepos : 92766)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Poleonro (Kodepos : 92766)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Polewali (Kodepos : 92766)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ponre-Ponre (Kodepos : 92766)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ponre-Ponre I (Kodepos : 92766)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Suwa (Kodepos : 92766)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Swadaya (Kodepos : 92766)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tanabatue (Kodepos : 92766)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tappale (Kodepos : 92766)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tompobulu (Kodepos : 92766)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Wanuawaru (Kodepos : 92766)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;15. Kecamatan Mare&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Mare di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Batu Gading (Kodepos : 92773)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Cege (Kodepos : 92773)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Data (Kodepos : 92773)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Kadai (Kodepos : 92773)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Karella (Kodepos : 92773)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lakukang (Kodepos : 92773)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lapasa (Kodepos : 92773)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lappa Upang (Kodepos : 92773)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lappa Upang I (Kodepos : 92773)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mario (Kodepos : 92773)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mattampa Walie (Kodepos : 92773)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mattiro Walie (Kodepos : 92773)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Padaelo (Kodepos : 92773)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pattiro (Kodepos : 92773)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Sumaling (Kodepos : 92773)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tellongeng (Kodepos : 92773)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tellu Boccoe (Kodepos : 92773)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ujung Salangketo (Kodepos : 92773)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ujung Tanah (Kodepos : 92773)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;16. Kecamatan Palakka&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Palakka di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bainang (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Cinennung (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lemoape (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Maduri (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mattanete Bua (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Melle (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mico (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Panyili (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pasempe (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Passippo (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Siame (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tanah Tenga (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tirong (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ureng (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Usa (Kodepos : 92761)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;17. Kecamatan Patimpeng&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Patimpeng di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Batulappa (Kodepos : 92768)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bulu Ulaweng (Kodepos : 92768)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Latellang (Kodepos : 92768)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Maddanrengpulu (Kodepos : 92768)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Masago (Kodepos : 92768)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Massila (Kodepos : 92768)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Paccing (Kodepos : 92768)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Patimpeng (Kodepos : 92768)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pationgi (Kodepos : 92768)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Talabangi (Kodepos : 92768)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;18. Kecamatan Ponre&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ponre di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bolli (Kodepos : 92765)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mappesangka (Kodepos : 92765)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mattampae (Kodepos : 92765)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pattimpa (Kodepos : 92765)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Poleonro (Kodepos : 92765)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Salampe (Kodepos : 92765)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Salebba (Kodepos : 92765)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tellu Boccoe (Kodepos : 92765)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Turu Adae (Kodepos : 92765)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;19. Kecamatan Salomekko&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Salomekko di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bellu (Kodepos : 92775)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Gattareng (Kodepos : 92775)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Malimongeng (Kodepos : 92775)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Manera (Kodepos : 92775)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mappatoba (Kodepos : 92775)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mappatoba I (Kodepos : 92775)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pancaitana (Kodepos : 92775)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tebba (Kodepos : 92775)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ulu Balang (Kodepos : 92775)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;20. Kecamatan Sibulue&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Sibulue di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ajang Pulu (Kodepos : 92781)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Balieng Toa (Kodepos : 92781)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Balieng Toa I (Kodepos : 92781)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bulie (Kodepos : 92781)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Cinnong (Kodepos : 92781)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Kalibong (Kodepos : 92781)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lette Tanah (Kodepos : 92781)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mabbiring (Kodepos : 92781)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Malluse Tasi (Kodepos : 92781)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Manajeng (Kodepos : 92781)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Maroanging (Kodepos : 92781)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Massenrengpulu (Kodepos : 92781)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pakkasalo (Kodepos : 92781)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pasaka (Kodepos : 92781)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pattiro Bajo (Kodepos : 92781)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pattiro Riolo (Kodepos : 92781)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pattiro Sompe (Kodepos : 92781)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Polewali (Kodepos : 92781)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Sumpang Minangae (Kodepos : 92781)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tadang Palie (Kodepos : 92781)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tunreng Tellue (Kodepos : 92781)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;21. Kecamatan Tanete Riattang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tanete Riattang di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bukaka (Kodepos : 92711)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Manurungnge (Kodepos : 92711)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Masumpu (Kodepos : 92711)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Walennae (Kodepos : 92711)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ta (Kodepos : 92712)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Watampone (Kodepos : 92713)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Biru (Kodepos : 92714)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pappolo (Kodepos : 92721)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;22. Kecamatan Tanete Riattang Barat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tanete Riattang Barat di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mattiro Walie (Kodepos : 92731)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Polewali (Kodepos : 92731)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Watang Palakka (Kodepos : 92731)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Jeppee (Kodepos : 92732)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Macege (Kodepos : 92732)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Macanang (Kodepos : 92733)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Majang (Kodepos : 92734)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bulu Tempe (Kodepos : 92735)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;23. Kecamatan Tanete Riattang Timur&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tanete Riattang Timur di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Cellu (Kodepos : 92715)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Toro (Kodepos : 92715)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bajoe (Kodepos : 92716)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lonrae (Kodepos : 92716)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tibojong (Kodepos : 92716)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Panyula (Kodepos : 92717)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Waetuo (Kodepos : 92718)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pallette (Kodepos : 92719)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;24. Kecamatan Tellu Limpoe&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tellu Limpoe di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Batu Putih (Kodepos : 91671)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bonto Masunggu (Kodepos : 91671)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Gaya Baru (Kodepos : 91671)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lagori (Kodepos : 91671)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pallawa (Kodepos : 91671)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Polewali (Kodepos : 91671)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Sadar (Kodepos : 91671)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Samaenre (Kodepos : 91671)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tapong (Kodepos : 91671)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tellangkere (Kodepos : 91671)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tondong (Kodepos : 91671)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;25. Kecamatan Tellu Siattinge&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tellu Siattinge di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ajjalireng (Kodepos : 92752)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Itterung (Kodepos : 92752)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lamuru (Kodepos : 92752)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lanca (Kodepos : 92752)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lappae (Kodepos : 92752)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lappae I (Kodepos : 92752)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lea (Kodepos : 92752)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mattoanging (Kodepos : 92752)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Otting (Kodepos : 92752)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Padaidi (Kodepos : 92752)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Palongki (Kodepos : 92752)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Patangnga (Kodepos : 92752)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Patangnga I (Kodepos : 92752)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pongka (Kodepos : 92752)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Sijelling (Kodepos : 92752)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tajong (Kodepos : 92752)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tokaseng (Kodepos : 92752)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ulo (Kodepos : 92752)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Waji (Kodepos : 92752)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;26. Kecamatan Tonra&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Tonra di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bacu (Kodepos : 92774)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Biccoing (Kodepos : 92774)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bonepute (Kodepos : 92774)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bulu-Bulu (Kodepos : 92774)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Gareccing (Kodepos : 92774)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Libureng (Kodepos : 92774)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Muara (Kodepos : 92774)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Padatuo (Kodepos : 92774)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Rappa (Kodepos : 92774)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Samaenre (Kodepos : 92774)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ujunge (Kodepos : 92774)&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;27. Kecamatan Ulaweng&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Ulaweng di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Cani Sirenreng (Kodepos : 92762)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Cinnong (Kodepos : 92762)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Galung (Kodepos : 92762)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Jompie (Kodepos : 92762)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lamakkaraseng (Kodepos : 92762)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lilina Ajangale (Kodepos : 92762)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Manurunge (Kodepos : 92762)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Manurunge I (Kodepos : 92762)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mula Menree (Kodepos : 92762)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pallawa Rukka (Kodepos : 92762)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Sappe Walie (Kodepos : 92762)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tadang Palie (Kodepos : 92762)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tea Malala (Kodepos : 92762)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Teamusu (Kodepos : 92762)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Timusu (Kodepos : 92762)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ulaweng Cinnong (Kodepos : 92762)&lt;/span&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/02/daftar-desa-kelurahan-di-kabupaten-bone.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_giS4AXJO01l7FqfNMsvsdBcJ1-PKy8fIq2TMoqL-Edc-o4klEQOKJ1nwc4hLyjCXx1QIdngq_lwLRe12tjz_rK9FK0t4z3mu5hNLoD4fvZEM-ap6tz6RoRnCI8XQXaKqIA3TgvJ4hymZ/s72-c/mappakaya.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-8574853467919841164</guid><pubDate>Fri, 22 Feb 2013 13:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-22T23:53:18.341-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Dapil</category><title>Dapil 1 Bone Sulawesi Selatan</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;261&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRxqpHr8XgecW5DCv3VfE-9IwbB1ffqRqFN4EY_ygXRexkLq0dHbJiND4CKXNrSklGap3x-Qt8bxU67bbVRQAtcW4ZgiXNnWDPEuF_ZZHGo0CaqJ4jT1QESAeLBfXDK-u70mbUZNRTKjg/s320/peta_palakka.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;Daftar Nama Kelurahan di kecamatan Palakka kabupaten Bone&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;1. Kecamatan Palakka&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Daftar nama Desa/Kelurahan di Kecamatan Palakka di Kota/Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) :&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bainang (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Cinennung (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lemoape (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Maduri (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mattanete Bua (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Melle (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Mico (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Panyili (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pasempe (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Passippo (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Siame (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tanah Tenga (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tirong (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ureng (Kodepos : 92761)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Usa (Kodepos : 92761)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhLU34NbG6caUdAyzzaGRsNok_5EcGWSGa3MPc_kTL2Uis86Ir3DoGyzqDMvrj7_erdYMqM6Lvqh3IMaNBe6ls0Y9QQKIt62ebwk046tldkjAm8p4D6I4UuFydriwNpMA3Q-8TCRBH4D4/s1600/peta_Tanate+riattang.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;298&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhLU34NbG6caUdAyzzaGRsNok_5EcGWSGa3MPc_kTL2Uis86Ir3DoGyzqDMvrj7_erdYMqM6Lvqh3IMaNBe6ls0Y9QQKIt62ebwk046tldkjAm8p4D6I4UuFydriwNpMA3Q-8TCRBH4D4/s320/peta_Tanate+riattang.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Daftar Nama Kelurahan di kecamatan Tanete Riattang&amp;nbsp; kabupaten Bone&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;- Kelurahan/Desa Bukaka (Kodepos : 92711)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Manurungnge (Kodepos : 92711)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Masumpu (Kodepos : 92711)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Walennae (Kodepos : 92711)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Ta (Kodepos : 92712)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Watampone (Kodepos : 92713)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Biru (Kodepos : 92714)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pappolo (Kodepos : 92721)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;3. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;Daftar Nama Kelurahan di kecamatan Tanete Riattang Timur&amp;nbsp; kabupaten Bone&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;- Kelurahan/Desa Cellu (Kodepos : 92715)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Toro (Kodepos : 92715)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bajoe (Kodepos : 92716)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Lonrae (Kodepos : 92716)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Tibojong (Kodepos : 92716)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Panyula (Kodepos : 92717)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Waetuo (Kodepos : 92718)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Pallette (Kodepos : 92719)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;b&gt;4. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;Daftar Nama Kelurahan di kecamatan Tanete Riattang Barat&amp;nbsp; kabupaten Bone&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;- Kelurahan/Desa Mattiro Walie (Kodepos : 92731)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Polewali (Kodepos : 92731)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Watang Palakka (Kodepos : 92731)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Jeppee (Kodepos : 92732)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Macege (Kodepos : 92732)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Macanang (Kodepos : 92733)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Majang (Kodepos : 92734)&lt;br /&gt;
- Kelurahan/Desa Bulu Tempe (Kodepos : 92735)&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/02/dapil-1-bone-sulawesi-selatan.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRxqpHr8XgecW5DCv3VfE-9IwbB1ffqRqFN4EY_ygXRexkLq0dHbJiND4CKXNrSklGap3x-Qt8bxU67bbVRQAtcW4ZgiXNnWDPEuF_ZZHGo0CaqJ4jT1QESAeLBfXDK-u70mbUZNRTKjg/s72-c/peta_palakka.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-2719267331924340360</guid><pubDate>Thu, 21 Feb 2013 15:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-21T07:57:14.582-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><title>Kesejahteraan Aparat Penegak Hukum Untuk Pemberantasan Mafia Hukum </title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;clear: left; float: left; font-size: small; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://hanura.com/app/webroot/files/dantext/1360552567/web.png&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-weight: bold; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sekilas Soal Mafia Hukum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-weight: bold; text-align: justify;&quot;&gt;
H. Sarifuddin Sudding, SH.,MH.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
 Prakt&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;k mafia hukum telah menjadi istilah yang sehari-hari mewarnai 
proses penegakan hukum saat ini. Istilah mafia hukum ini berkembang  
seiring dengan banyaknya penanganan kasus-kasus hukum yang melibatkan 
para elit politik, baik di legislatif, eksekutif maupun yudikatif. Tidak
 hanya itu, istilah mafia hukum juga tumbuh subur dalam institusi 
peradilan yang berakibat menurunnya kepercayaan dan kepatuhan masyarakat
 terhadap institusi peradilan. Dalam tataran praktek, istilah mafia 
hukum ini kemudian menjelma menjadi stigma yang senantiasa melekat 
dibalik proses penegakan hukum sampai pada  vonis hakim.     &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tentunya
 istilah mafia hukum tersebut muncul berdasarkan fakta yang dialami oleh
 masyarakat pencari keadilan yang kecewa terhadap proses penegakan hukum
 di Indonesia. Alih-alih hukum dapat memberikan keadilan, kemanfaatan, 
dan kepastian hukum, sebaliknya dalam praktek keadilan seakan menjadi 
barang mahal dan ilusi bagi masyarakat pencari keadilan. Keadilan, 
kemanfaatan, dan kepastian hukum seakan hanya menjadi nyata ketika 
disuguhkan ke dalam ide dan wacana yang mewarnai diskursus tentang hukum
 dan keadilan.  Ironisnya, keadilan justru acapkali menjadi barang 
dagangan dimana siapa yang memiliki banyak uang dialah yang akan 
memperoleh keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum. Demikian 
tragisnya tujuan hukum diperdagangkan, sehingga dalam kondisi inilah 
masyarakat dihinggapi rasa frustasi dan menstigmatisasi proses penegakan
 hukum dengan praktek mafia hukum.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tentu kita semua tidak dapat 
menafikkan jika memang praktek penegakan hukum saat ini senantiasa 
dipengaruhi oleh praktek mafia hukum yang melibatkan aktor-aktor penegak
 hukum itu sendiri. Parahnya kemudian, institusi peradilan yang 
diharapkan sebagai benteng terakhir (the last resort) bagi pencari 
keadilan juga tidak luput dari praktek mafia hukum ini. Belum hilang 
dalam ingatan kita semua kasus-kasus yang melibatkan oknum kepolisian, 
kejaksaan dan hakim yang ditangkap, didakwa, dan divonis melakukan 
tindak pidana korupsi, beberapa saat yang lalu kita semua terperanjat 
dengan adanya dugaan pemalsuan putusan peninjauan kembali kasus narkoba 
yang melibatkan salah seorang Hakim Agung yang mengubah vonis 15 tahun 
menjadi 12 tahun penjara. Tentunya, fakta-fakta tersebut menegaskan 
kepada kita semua bahwa praktek mafia hukum merupakan salah satu masalah
 krusial yang dihadapi oleh bangsa saat ini.   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-weight: bold; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Minimnya Kesejahteraan Aparat Penegak Hukum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Banyak
 faktor yang menjadi penyebab tumbuh suburnya praktek mafia hukum. 
Disamping masalah sistem penegakan hukum yang amburadul, faktor 
kesejahteraan penegak hukum yang belum memadai adalah salah satu faktor 
tumbuh suburnya praktik mafia hukum baik dipusat maupun di daerah. 
Faktor minimnya kesejahteraan aparat penegak hukum ini selama 
bertahun-tahun telah dikeluhkan oleh aparat penegak hukum. Walaupun kita
 semua menyadari bahwa faktor minimnya kesejahteraan aparat penegak 
hukum ini hanyalah merupakan salah satu faktor saja dari buruknya 
penegakan hukum, akan tetapi hal ini menjadi penting mengingat faktor 
kesejahteraan memiliki implikasi yang sangat besar terhadap peningkatan 
kinerja dan profesionalisme aparat penegak hukum. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Terdapat 
prinsip dasar yang tentunya sama-sama kita ketahui bahwa setiap orang 
yang bekerja baik di instansi pemerintah, swasta, maupun institusi 
penegak hukum tentu mengharapkan imbalan (reward) dari apa yang telah 
dikerjakannya. Faktor gaji atau bonus merupakan faktor penghargaan atas 
pekerjaan yang dijalankan yang mempengaruhi kebutuhan dalam kehidupan 
sehari-hari. Bagaimana mungkin, seorang aparat penegak hukum mampu 
bekerja secara profesional jika masih harus memikirkan masalah 
biaya-biaya yang menjadi kebutuhan sehari-hari.  Dalam konteks ini, maka
 penegak hukum  yang seyogyanya mengemban tugas yang cukup berat dalam 
kesehariannya pasti juga mengharapkan imbalan yang sesuai dan layak 
dengan kondisi saat ini. Banyak hal yang dapat dijadikan contoh, yang 
tentunya menjadi faktor terpengaruh dengan kinerja aparat penegak hukum.
 Misalnya, jika kita membandingkan kinerja penyidik dan jaksa yang 
bekerja di institusi KPK dengan institusi Polri maupun Kejaksaan. Tentu 
selisih gaji antara penyidik polisi dan jaksa yang bernaung di bawah 
institusi KPK dibandingkan dengan penyidik dan jaksa di bawah institusi 
Kejaksaan dan Kepolisian, jauh berbeda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Demikian pula bagi aparat
 peradilan (hakim), dimana berdasarkan peraturan perundang-undangan 
status hakim diakui sebagai pejabat negara dan pegawai negeri sipil, 
akan tetapi sebagai pejabat negara hakim tidak memperoleh fasilitas 
sebagaimana layaknya seorang pejabat negara. Apalagi bagi aparat penegak
 hukum yang bertugas didaerah-daerah khususnya daerah perbatasan. 
Tentunya ukuran kesejahteraan yang diterima masih sangat jauh dari 
kriteria kelayakan jika disesuaikan dengan kondisi saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-weight: bold; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Apa Yang Bisa Dilakukan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tuntutan
 terhadap penyesuaian peningkatan kesejahteraan aparat penegak hukum 
inilah yang kemudian menjadi salah satu alasan sehingga pemerintah dan 
legislatif harus meningkatkan kesejahteraan aparat penegak hukum untuk 
mewujudkan lembaga hukum yang bersih dari praktek mafia hukum. Salah 
satunya melalui kebijakan pemberian tunjangan kinerja atau remunerasi 
yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan guna mewujudkan “clean and 
good governance”. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Khusus bagi Hakim, dengan adanya PP No. 94 
Tahun 2012 tentang Hak Keuangan dan Fasilitas Hakim Yang Berada Dibawah 
Mahkamah Agung, yang ditandatangani pada tanggal 29 Oktober 2012 
diharapkan dengan adanya Peraturan Pemerintah tersebut, kinerja para 
Hakim dapat lebih ditingkatkan, agar tidak ada pelanggaran yang 
dilakukan oleh para Hakim lagi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Oleh karena sebagai wakil Tuhan, 
para Hakim juga diharapkan agar dapat memutus perkara yang 
sebenar-benarnya dengan mengedepankan azas keadilan, kemanfaatan dan 
kepastian hukum. Hak keuangan dan fasilitas hakim terdiri dari 10 macam 
yang meliputi gaji pokok, tunjangan jabatan, rumah negara, fasilitas 
transportasi, jaminan kesehatan, jaminan keamanan, biaya perjalanan 
dinas, kedudukan protokol, penghasilan pensiun dan tunjangan lain. 
(Dalam Lampiran PP itu disebutkan tunjangan Ketua Pengadilan Tingkat 
Banding sebesar Rp 40,2 juta dan hakim pemula (masa kerja 0 tahun) untuk
 pengadilan Kelas II sebesar Rp 8,5 juta. Lalu, hakim pemula (pratama) 
untuk pengadilan Kelas IA sebesar Rp 11,8 juta. Sedangkan gaji pokok 
hakim pemula golongan IIIA sebesar Rp 2,064 juta, sehingga take home pay
 gaji hakim pemula sekitar Rp10,5 juta).  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Namun demikian, 
kebijakan pemberian tunjangan kinerja atau remunerasi bagi aparat 
penegak hukum ini harus disertai dengan pembenahan internal institusi 
aparat penegak hukum itu sendiri baik dalam konteks peningkatan kualitas
 sumber daya manusia, pembenahan manajemen organisasi, maupun penegakan 
kode etik dan disiplin. Apabila hal ini dilakukan secara konsisten dan 
disertai dengan pengawasan yang ketat, tentunya peningkatan 
kesejahteraan bagi aparat penegak hukum mampu mengurangi maraknya 
praktek mafia hukum.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/02/kesejahteraan-aparat-penegak-hukum.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-7964612739208809682</guid><pubDate>Thu, 21 Feb 2013 15:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-21T07:51:41.676-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Partai Hanura Peduli Perempuan</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.hanura.com/app/webroot/files/dantext/1360819596/web.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://www.hanura.com/app/webroot/files/dantext/1360819596/web.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;MAPPAKAYA,&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty, menegaskan 
kekaguman dengan pesatnya kepedulian terhadap perempuan di ranah politik
 Indonesia. Secara khusus Moriarty juga menyatakan salut kepada Hanura 
sebagai parpol peduli gender. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kekaguman Moriarty itu terkuak 
dalam diskusi terbatas bertema ‘Perempuan dalam Politik Indonesia’, yang
 digelar Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Rabu (13/2) pagi, di 
kediaman Dubes. Pada diskusi usai sarapan pagi itu, selain hadir Dubes 
Moriarty dan istri sebagai pengundang, juga dihadiri para diplomat 
Australia di Jakarta, serta para anggota DPR perempuan dari seluruh 
parpol. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;clear: left; float: left; font-size: small; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-style: italic; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Miryam
 S Haryani anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai HANURA (kiri),  
tengah berbincang bersama Ms Sarra Moriarty (tengah), istri Dubes 
Australia Moriarty pada acara diskusi.Perempuan Dalam Politik Indonesia 
di Kediaman Dubes Austrlia 13 Februari 2013&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;“Pak Dubes menyatakan 
kekaguman akan pesatnya perkembangan kepedulian akan perempuan di 
politik Indonesia,” kata anggota Komisi II DPR dari Partai Hanura, 
Miryam S Haryani. Bahkan kata Miryam, Dubes Moriarty secara khusus 
menyatakan selamat kepada Partai Hanura. “Beliau terkesan ketika saya 
buka fakta bahwa partai kami tak hanya telah melampaui batas kuota 30 
persen caleg perempuan, tetapi juga posisi caleg perempuan itu berada di
 urutan-urutan atas,” kata Miryam. Apalagi, menurut dia, saat ini 
komposisi perempuan di kepengurusan DPP Partai Hanura pun hampir 
mencapai 40 persen. “Mendengar itu, beliau bilang Hanura benar-benar 
parpol peduli perempuan,” kata dia.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Menurut Miryam, tak hanya 
soal kuota yang sebenarnya harus diperhatikan untuk tahu suatu parpol 
benar-benar peduli perempuan atau sekadar memenuhi kuota. Bila 
calon-calon anggota legislative itu ditaruh di nomor buncit, maka 
dipastikan parpol itu sekadar memajang caleg perempuan untuk memenuhi 
kuota.  “Sebab, meski sistemnya sudah suara terbanyak, tetapi masyarakat
 masih salah melihat bahwa nomor urut itu menunjukkan prioritas dan 
kemampuan calon. Padahal kan tidak.” &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dalam diskusi tersebut, 
Dubes Moriarty juga memahami betapa sulitnya memenuhi kuota keterwakilan
 perempuan dalam politik sebagaimana disyaratkan undang-undang. Karena 
itulah, menurut dia, kemajuan yang telah dicapai dalam bidang kesetaraan
 gender dalam politik Indonesia saat ini, patut diberi apresiasi. “Itu 
percepatan yang mengagumkan,” kata Moriarty.  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Beberapa waktu 
lalu, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Agun Gunanjar, 
pesimistis kuota tersebut bisa terpenuhi pada Pemilihan Umum  2014. 
Meski mengaku mendukung kiprah perempuan di pentas politik nasional, 
Agun melihat kenyataan di lapangan bahwa partai begitu kesulitan 
menjaring kader perempuan. &quot;Harus juga realistis, karena kemajemukan 
daerah itu berbeda. Situasi di setiap daerah juga tidak sama, &quot; kata 
Agun, beberapa waktu lalu. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Karena besarnya factor kesulitan itu, 
Manajer Program Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi 
Anggraeni, mewanti-wanti partai politik untuk melakukan kerja-kerja 
sistematis dalam memenuhi tuntutan kuota 30 persen keterwakilan 
perempuan. Menurut Anggraeni, untuk memenuhi kuota tersebut partai 
politik harus sesegera mungkin menyiapkan system internal rekruitasi 
yang memungkinkan mereka menjaring sebanyak mungkin kader perempuan yang
 berkualitas. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/02/partai-hanura-peduli-perempuan.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-7448273289651992523</guid><pubDate>Thu, 21 Feb 2013 13:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-21T05:37:57.137-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Opini</category><title>Profesionalisme Kader Partai yang Menjadi Pejabat Publik </title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;dantext-article&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
                &lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://hanura.com/app/webroot/files/dantext/1360572025/web.png&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-weight: bold; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Kader Partai Merangkap Pejabat Publik &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Pemilu
 2014 akan berlangsung sekitar satu tahun lagi, partai – partai politik 
tengah sibuk mempersiapkan kampanye dan strategi untuk pesta demokrasi 
terbesar di Indonesia ini. Tidak terkecuali, anggota - anggota partai 
yang tengah duduk sebagai pejabat publik pun ikut terlibat dalam urusan -
 urusan partai, baik itu di eksekutif sebagai menteri maupun legislatif 
sebagai anggota DPR maupun DPRD.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Bahkan tidak hanya itu, beberapa 
saat yang lalu kita lihat Presiden Republik Indonesia pun harus ikut 
campur tangan dan mengambil peranan besar untuk mengurusi partainya yang
 tengah berada dalam masalah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Jelas saja hal – hal semacam ini 
menimbulkan kritik di tengah masyarakat, karena masyarakat jelas memilih
 orang - orang untuk bekerja full time sebagai pejabat publik, bukan 
sebagai pekerja sampingan selain sebagai pengurus partai. Jabatan publik
 seharusnya diemban oleh orang – orang profesional, karena mereka 
memiliki tugas penting yaitu membantu pemimpin negeri ini untuk 
melaksanakan visi, misi dan program yang telah dicanangkan semasa 
kampanye untuk kepentingan rakyat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Oleh karena itu, seorang kader
 partai yang mendapatkan jabatan publik/birokrat seharusnya adalah 
seorang kader yang profesional dalam kinerja, bukan hanya seorang pion 
dalam urusan ‘pembagian kekuasaan’ semata saja. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Menyikapi masalah
 ini, menurut saya harus ada aturan undang-undang partai politik yang 
mengatur bahwa kader partai yang berada pada posisi pejabat publik oleh 
presiden, maka dia tidak boleh memangku jabatan dalam struktur partai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sebab
 jika kader partai sudah masuk di jabatan publik tetapi tidak 
meninggalkan jabatannya, ini sebenarnya akan menjadi dilema bagi pejabat
 tersebut karena bagaimanapun juga, pejabat kemanapun dia akan pergi 
termasuk untuk kampanye ataupun rapat partai maka protokoler sebagai 
pejabat akan tetap mengikuti. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-weight: bold; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Waktu Kerja Pejabat Publik, Cuti dan Absensi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sementara
 itu, jika seorang pejabat yang merangkap kader partai berdalih dengan 
alasan mampu membagi waktunya, hal itu jelas bukan sesuatu yang mungkin 
dilakukan dengan enteng, karena seorang pejabat publik dituntut untuk 
bekerja selama 24 jam per hari oleh rakyat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sebetulnya bisa saja 
pejabat publik mengambil cuti untuk mengurusi hal – hal di luar 
jabatannya, termasuk urusan partai. Masalahnya adalah urusan cuti ini 
pun tidak sederhana, belum ada peraturan yang jelas mengenai aturan cuti
 bagi pejabat publik. Contohnya saja, saat ini dua calon gubernur di 
Jawa Barat yang merupakan incumbent, yaitu Aher dan Dede Yusuf mengambil
 cuti guna melaksanakan kampanye, tapi kan tidak semua incumbent 
melakukan itu, padahal sama – sama kampanye.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Di luar isu soal 
kehadiran, masalah cuti ini pun menyisakan pertanyaan – pertanyaan lain,
 misalnya apakah selama si pejabat cuti posisi jabatan tesebut kosong? 
Apakah pejabat sementara atau dengan menunjuk pejabat lain? &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Saya 
rasa urusan absensi dan cuti dari pejabat publik ini perlu mendapat 
perhatian khusus, mulai dari harus adanya undang – undang yang jelas 
mengenai aturan absensi dan cuti sampai kalau perlu diadakan sebuah 
sistem untuk mempublikasikan secara transparan rapor absensi pejabat 
publik kepada masyarakat sehingga masyarakat tahu seberapa besar 
komitmen pejabat publik yang mereka tunjuk bekerja untuk mereka 
dibanding komitmennya kepada partai ataupun bisnisnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-weight: bold; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Modernisasi Partai dan Sistem Pengkaderan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tentu
 saja masih ada isu lain yang tidak dapat dipungkiri, yaitu bahwa 
biasanya kader partai yang sukses menjadi seorang pejabat publik, 
biasanya juga adalah kader – kader terbaik partai. Namun masalah ini 
sebetulnya terjadi karena sistem kepartaian kita saat ini masih lemah. 
Partai seharusnya berdiri di atas sistem yang solid, bukan bergantung di
 pundak satu atau orang kader yang menjadi patron di dalam partai 
tersebut saja. Sistem pengkaderan di dalam partai harus diperbaiki, 
paradigma bahwa partai mencari kader berkualitas harus diubah menjadi 
partai mencetak kader berkualitas. 
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/02/profesionalisme-kader-partai-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-4416409167181060457</guid><pubDate>Thu, 21 Feb 2013 13:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-21T05:26:30.254-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>KKPSPI: Wiranto Posisi Pertama Capres Berdasarkan Nilai Integritas </title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;dantext-article&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
                &lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-Iy5wEeB3Y8B9KX8wXI9IzoLdLmmfR2Vwt-9SNukxSAU3Ie4_f_BLAGpM4CYR8ztYcmRjTmqTk_NxJR6bvD6B8hXHRJjfPJA0K7xWD94FbMIQJnucBAFzjz2RaaDeyLIgtGZW2o42YZz9/s1600/wiranto.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-Iy5wEeB3Y8B9KX8wXI9IzoLdLmmfR2Vwt-9SNukxSAU3Ie4_f_BLAGpM4CYR8ztYcmRjTmqTk_NxJR6bvD6B8hXHRJjfPJA0K7xWD94FbMIQJnucBAFzjz2RaaDeyLIgtGZW2o42YZz9/s1600/wiranto.jpg&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;252&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Publik masih menilai sosok dari kalangan militer 
sebagai calon yang tepat untuk memimpin bangsa ini pada Pemilu 2014. Hal
 ini terungkap dari hasil survei yang dilakukan oleh Kelompok Kajian 
Pembangunan Sosial Politik Indonesia (KKPSPI) yang dilakukan baru-baru 
ini. Survei yang dilakukan dengan menggandeng Universitas Indonesia 
tersebut digelar di 7 provinsi, yaitu Sumatera Utara, Jawa Barat, DKI 
Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Sulawesi 
Selatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Berdasarkan jajak pendapat yang dilakukan terhadap 1.400 
mahasiswa perguruan tinggi tersebut didapatkan hasil bahwa Wiranto 
mendapat tingkat keterpilihan tertinggi sebesar 73,8% dibandingkan 
dengan 2 sosok lain yang juga memiliki kendaraan politik, yaitu Prabowo 
Subianto (Gerindra) 65,8% dan Endriartono Sutarto (NasDem) 67,1%.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Sekretaris
 KKPSPI, Nayawan Persada mengungkapkan bahwa survei yang dilaksanakan 
itu menggunakan lima indikator, yakni Integrity, Capability, Leadership,
 Track Record, Rule of Law yang bertujuan untuk mengukur kualitas capres
 secara keseluruhan. Dari lima indikator tersebut, Wiranto unggul dalam 
hal Integrity, yakni sebesar 16,6% jika dibandingkan dari 10 nama 
militer yang menjadi objek kajian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Lembaga Ilmu Pengetahuan 
Indonesia (LIPI) menilai bahwa berdasarkan fakta tersebut, hanya 2 sosok
 yang tampaknya akan bersaing ketat di Pemilu 2014, yaitu Wiranto dan 
Prabowo, karena Endriartono dinilai masih perlu dipertanyakan daya 
tawarnya di partai pimpinan Surya Paloh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Secara keseluruhan, 
banyak kalangan menilai bahwa tingginya antusiasme masyarakat terhadap 
sosok purnawirawan TNI disebabkan oleh sifat kepemimpinan SBY yang 
dinilai ragu-ragu dan lamban. Itu sebabnya masyarakat merasa butuh 
pemimpin yang tegas dan berani mengambil keputusan dengan cepat. Dan 
kalangan militer, khususnya yang bertugas langsung di lapangan, dianggap
 sebagai jawaban dari pencarian masyarakat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Dengan asumsi
 demikian maka prediksi yang bilang bahwa akan terjadi ‘perang bintang’ 
pada bursa capres 2014 sepertinya akan terbukti benar. Masalahnya 
sekarang tinggal menyerahkan keputusan kepada rakyat, dan berharap agar 
pemimpin yang sudah terbukti benar dan memiliki pengalaman yang akan 
terpilih menjadi presiden Indonesia selanjutnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/02/kkpspi-wiranto-posisi-pertama-capres.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-Iy5wEeB3Y8B9KX8wXI9IzoLdLmmfR2Vwt-9SNukxSAU3Ie4_f_BLAGpM4CYR8ztYcmRjTmqTk_NxJR6bvD6B8hXHRJjfPJA0K7xWD94FbMIQJnucBAFzjz2RaaDeyLIgtGZW2o42YZz9/s72-c/wiranto.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-1757618586505156977</guid><pubDate>Thu, 21 Feb 2013 13:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-21T05:23:11.368-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Berita</category><title>Elektalibilitas Hanura Semakin Meningkat</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;dantext-article&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
                &lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;clear: left; float: left; font-size: small; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img height=&quot;128&quot; src=&quot;http://www.hanura.com/app/webroot/files/dantext/1361273301/web.png&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Lembaga
 Survei Jakarta (LSJ) pada Selasa, 19 Februari 2013 merilis sebuah 
survei terbaru tentang elektabilitas 10 partai politik peserta pemilu 
2014. Survei tersebut dilaksanakan pada periode 9 – 15 Februari 2013 
kemarin di 33 provinsi dengan total sample sebanyak 1225 dengan margin 
of error +/- 2.8% dan level of confidence 95%.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Berdasarkan temuan 
LSJ, kepercayaan publik terhadap partai politik terus mengalami 
kemerosotan, apalagi mengingat fakta banyaknya partai besar yang 
tersangkut skandal korupsi baru-baru ini dan juga rusuh internal yang 
mengguncang partai. Situasi seperti ini disebut pengamat politik 
Fadjroel Rachman sebagai “gempa politik” yang berpotensi meruntuhkan 
elektabilitas sejumlah partai besar pada pemilu 2009 lalu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Menariknya,
 akibat kemerosotan kepercayaan publik pada partai politik, maka banyak 
suara masyarakat beralih ke partai yang menduduki posisi terakhir pada 
pemilu lalu, salah satunya ke Partai Hanura. Data yang dirilis LSJ 
menyebutkan sebanyak 5.8% responden memilih Partai Hanura, dan jumlah 
tersebut membuat elektabilitas Partai Hanura berada di posisi 5 dari 
total 10 partai peserta pemilu 2014.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Menurut Sekjen AROPI 
(Asosiasi Riset Opini Publik Indonesia), Umar S. Bakry, sikap dingin 
yang ditunjukkan jajaran Partai Hanura tentang hengkangnya Akbar Faizal 
membuat publik masih merasa optimis akan masa depan Partai Hanura, 
bahkan membuat elektabilitas Partai Hanura terus naik secara perlahan. 
“Karena sikap Partai Hanura yang tidak kebakaran jenggot, hal ini 
membuat Partai Hanura tidak menghebohkan publik, dan keluarnya Akbar 
Faizal tidak berpengaruh sama sekali terhadap elektabilitas Partai 
Hanura.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Di lain pihak, Fadjoel Rachman juga mengungkapkan 
optimismenya akan kenaikan elektabilitas Partai Hanura pada 
survei-survei berikutnya pasca bergabungnya Hary Tanoesoedibjo ke dalam 
kepengurusan partai.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;LSJ juga mengungkapkan hasil survei tentang 
elektabilitas calon presiden pada pemilu nanti. Hasilnya, Ketua Umum 
Partai Hanura, Wiranto, berada di posisi ke-3 dengan perolehan 9.8% 
bersaing ketat dengan Prabowo Subianto yang berhasil meraih simpati 
dengan 10.9% dan Joko Widodo yang unggul di tempat pertama dengan 18.1%.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/02/elektalibilitas-hanura-semakin-meningkat.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-7786584625117345492</guid><pubDate>Thu, 21 Feb 2013 13:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-21T05:18:44.278-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Profil Partai</category><title>Lambang &amp; Makna  Logo Partai Hanura</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;whiteback_padding&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
            &lt;div class=&quot;flag&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
                &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
                    &lt;img src=&quot;http://www.hanura.com/app/webroot/img/bendera_hanura.jpg&quot; /&gt;
                &lt;/span&gt;
            &lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;

            &lt;/span&gt;&lt;ol class=&quot;logo&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;
                    &lt;div id=&quot;attachment_266&quot;&gt;
                        &lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Lambang dan Makna Bendera Hanura&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

                    &lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Gambar lambang berbentuk empat persegi panjang 
dengan warna putih-merah-putih mendatar, pada bagian merah bertuliskan 
HANURA warna putih dengan ujung meruncing berbentuk anak panah melesat 
maju menembus warna coklat tanah dan pada bagian putih bawah tertulis 
PARTAI HATI NURANI RAKYAT warna hitam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

                &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
                    Arti warna pada lambang:&lt;br /&gt;
                    Lambang terdiri dari warna putih, merah, hitam dan coklat tanah.
                    &lt;/span&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Warna putih bermakna kesucian dalam mengemban amanah hati nurani rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Warna merah bermakna keberanian dalam menghadapi berbagai tantangan perjuangan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Warna coklat tanah bermakna kearifan dalam mewujudkan kemandirian bangsa dan kesejahteraan rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Warna hitam bermakna keteguhan hati dan ketegasan sikap dalam mencapai cita-cita perjuangan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
                    Arti simbol pada lambang:
                    &lt;/span&gt;&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Anak panah bersudut lima melambangkan cita-cita yang akan dicapai berlandaskan Pancasila.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Tulisan HANURA di tengah anak panah 
melambangkan derap langkah perjuangan Partai yang selalu bergerak maju 
mengemban amanah hati nurani rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Gambar lambang berbentuk empat persegi panjang bermakna komitmen untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa dalam wadah NKRI.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
                    Arti lambang secara keseluruhan adalah Partai HANURA
 sebagai pengemban amanah suci hati nurani rakyat, senantiasa teguh 
berjuang menghadapi berbagai tantangan untuk mewujudkan kemandirian 
bangsa dan kesejahteraan rakyat berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang 
Dasar 1945 dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
                &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/02/lambang-makna-logo-partai-hanura.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-5273046028389864153.post-9123015633346049473</guid><pubDate>Thu, 21 Feb 2013 13:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-02-21T05:17:15.406-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Profil Partai</category><title>Nilai Dasar Perjuangan  Partai Hanura</title><description>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;text-align: left;&quot; trbidi=&quot;on&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;whiteback_padding&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
            &lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhueZD-ExFgBBOdfliODdOjJsaT5fivTnK0Lw9F0vbD-a6WYTcpT6esgnr51IwMl8VGlwNKLc4Uw3j_2rDmhr-KNRTBvg6_HCujRJEjGYi4eo6uEBNlLfixzbCG-qA9BngW8faTLHVx9o3z/s1600/logo+hanura.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhueZD-ExFgBBOdfliODdOjJsaT5fivTnK0Lw9F0vbD-a6WYTcpT6esgnr51IwMl8VGlwNKLc4Uw3j_2rDmhr-KNRTBvg6_HCujRJEjGYi4eo6uEBNlLfixzbCG-qA9BngW8faTLHVx9o3z/s1600/logo+hanura.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul class=&quot;origin&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
                    Nilai dasar perjuangan Partai adalah ketakwaan, kemandirian,  kebersamaan, kerakyatan dan kesederhanaan.&lt;/span&gt;
                    &lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
                            Ketakwaan: Dalam gerak langkah senantiasa 
mendasarkan pada nilai etika dan moralitas atas dasar ke Tuhanan Yang 
Maha Esa.
                        &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
                            Kemandirian: pribadi yang bermartabat, 
mengutamakan sumber daya manusia dan sumberdaya alam untuk keunggulan 
bangsa,  tanpa harus bergantung pada pihak lain dan terbebas dari  
intervensi pihak asing.
                        &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
                            Kebersamaan: selalu menjalin keharmonisan 
dari keberagaman etnis, suku, agama, bahasa dan adat istiadat.
                        &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
                            Kerakyatan: peka terhadap aspirasi, 
tuntutan, kondisi, dan harapan rakyat dan konsisten dalam 
memperjuangkannya.
                        &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
                            Kesederhanaan: selalu mengedepankan sikap dan perilaku yang bersahaja.
                        &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;
                    Ketentuan lebih lanjut tentang Nilai Dasar Perjuangan akan diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.
                &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://mappakaya.blogspot.com/2013/02/nilai-dasar-perjuangan-partai-hanura.html</link><author>noreply@blogger.com (Pasha Karya Mandiri)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhueZD-ExFgBBOdfliODdOjJsaT5fivTnK0Lw9F0vbD-a6WYTcpT6esgnr51IwMl8VGlwNKLc4Uw3j_2rDmhr-KNRTBvg6_HCujRJEjGYi4eo6uEBNlLfixzbCG-qA9BngW8faTLHVx9o3z/s72-c/logo+hanura.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>